-
Klaim Presiden China sebut Jokowi menindas rakyat Indonesia adalah informasi hoaks.
-
Video pidato Xi Jinping membahas kekuatan asing, bukan Indonesia.
-
TurnBackHoax Mafindo pastikan konten tersebut fabricated content menyesatkan publik.
SuaraSumbar.id - Beredar sebuah video di media sosial yang menarasikan bahwa Presiden China Xi Jinping menyebut mantan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) menindas rakyat Indonesia.
Video tersebut dibagikan oleh akun Facebook bernama @Sherly Auliya. Berikut narasinya:
“Presiden China bilang China gak pernah menindas rakyat Indonesia tapi Jokowi lah yang menindas rakyat Indonesia.”
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta, klaim bahwa Presiden China menyebut Jokowi menindas rakyat Indonesia terbukti tidak benar.

Isi pidato Xi Jinping yang terdapat dalam video tersebut, sama sekali tidak menyebut nama Presiden Jokowi ataupun membahas kondisi rakyat Indonesia.
Dalam pidato aslinya, Xi Jinping berbicara mengenai larangan bagi kekuatan asing untuk ikut campur dalam urusan internal China.
Tim Cek Fakta kemudian menelusuri kata kunci “Xi Jinping speech about foreign forces” di Google, dan hasilnya mengarah pada video resmi di kanal YouTube Guardian News berjudul “Xi Jinping vows China will never be bullied during anniversary speech.”
Video yang dimaksud merupakan pidato Xi Jinping dalam peringatan 100 tahun berdirinya Partai Komunis Tiongkok pada Kamis (1/7/2021).
Dalam kesempatan itu, Xi Jinping menegaskan bahwa China “tidak akan pernah menindas, maupun ditindas oleh negara lain.” Pernyataan tersebut sama sekali tidak menyinggung Jokowi ataupun rakyat Indonesia.
Berdasarkan pemeriksaan menyeluruh, tidak ditemukan sumber kredibel yang membenarkan klaim bahwa Presiden China menyebut Jokowi menindas rakyat Indonesia.
Kesimpulan
Unggahan video viral yang menyebut Presiden China Xi Jinping menuding Jokowi menindas rakyat Indonesia adalah hoaks dan menyesatkan masyarakat. Publik diimbau untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.