Kuda Legendaris Fort De Kock Bukittinggi Mati, Dibeli Wali Kota Seharga Rp 800 Juta 17 Tahun Lalu!

Kuda legendaris milik Pemerintah Kota Bukittinggi, Fort De Kock, dikabarkan mati pada Kamis (10/7/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Riki Chandra
Kamis, 10 Juli 2025 | 18:50 WIB
Kuda Legendaris Fort De Kock Bukittinggi Mati, Dibeli Wali Kota Seharga Rp 800 Juta 17 Tahun Lalu!
Kuda Fort De Kock milik Pemerintah Kota Bukittinggi, mati. [Dok. Antara/Al Fatah]

SuaraSumbar.id - Kuda legendaris milik Pemerintah Kota Bukittinggi, Fort De Kock, dikabarkan mati pada Kamis (10/7/2025) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kabar duka ini menyelimuti kalangan pecinta kuda pacu, terutama karena Fort De Kock dikenal sebagai pejantan unggulan yang menghasilkan keturunan juara di lintasan pacuan Sumatera Barat dan nasional.

Kepala Dinas Pertanian Bukittinggi, Hendry mengatakan, Fort De Kock telah berusia 19 tahun saat menghembuskan napas terakhirnya.

"Kuda ini dibeli oleh Wali Kota Djufri pada 2008 seharga Rp 800 juta. Ia satu-satunya aset kuda pejantan milik Pemkot," kata Hendry.

Menurut Hendry, penyebab pasti kematian kuda asal Australia tersebut belum diketahui. Namun, selama dua pekan terakhir Fort De Kock menunjukkan gejala demam.

“Kami sudah melaporkan kematian ini ke Wali Kota. Kuda akan dikubur dengan pengawasan tim forensik dan laboratorium hewan. Beberapa bagian tubuh juga akan diambil untuk pemeriksaan,” jelasnya.

Fort De Kock secara rutin menjalani pemeriksaan kesehatan. Dalam dua tahun terakhir, kekuatan fisiknya terus menurun.

“Hasil labor terakhir menunjukkan HB tinggi dan terdapat pembengkakan di bagian kaki. Kuda ini sempat mendapatkan infus dua botol,” imbuh Hendry.

Kabar meninggalnya kuda legendaris ini langsung mengundang kehadiran mantan Wali Kota Bukittinggi, Djufri, ke kantor Dinas Pertanian. Ia merupakan sosok yang mendatangkan kuda tersebut ke Bukittinggi.

“Tentu saya berduka. Saya yakin seluruh pecinta kuda pacu juga merasakannya. Fort De Kock telah banyak mengharumkan nama Bukittinggi lewat prestasi luar biasa dari keturunannya,” kata Djufri.

Fort De Kock memiliki postur gagah dengan tinggi mencapai 170 cm. Dari keturunannya, lahir banyak kuda pacu juara yang menorehkan prestasi di berbagai ajang, termasuk arena nasional.

Seorang peternak kuda di Bukittinggi, Oskar Mentoih, mengungkapkan nilai Fort De Kock bisa mencapai Rp 2,5 miliar jika dikalkulasikan dengan harga saat ini.

“Kami sangat kehilangan. Semoga ke depan ada lagi pejantan tangguh yang bisa menggantikan Fort De Kock,” ujarnya.

Fort De Kock masih dikenang sebagai pionir kebangkitan kuda pacu Bukittinggi, menjadi bagian penting dalam perjalanan olahraga balap kuda di Sumatera Barat. Meninggalnya kuda ini bukan hanya kehilangan secara fisik, namun juga secara historis dan simbolis bagi pecinta kuda pacu Indonesia. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini