Darurat! Banjir dan Longsor Landa Padang Pariaman, Ribuan Rumah Terendam, Jalan Terputus

Selain itu, Nagari Parik Malintang di Kecamatan Anam Lingkuang, serta Nagari Pauah dan Nagari Kapalo Koto di Kecamatan Nan Sabaris juga mengalami dampak yang signifikan.

Chandra Iswinarno
Senin, 07 Oktober 2024 | 14:24 WIB
Darurat! Banjir dan Longsor Landa Padang Pariaman, Ribuan Rumah Terendam, Jalan Terputus
ILUSTRASI - Banjir dan tanah longsor di padang Pariaman, Jumat (17/1/2020). (ANTARA/Aadiaat MS)

SuaraSumbar.id - Banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, pada Jumat (4/10) pukul 17.00 WIB, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan tersebut. Bencana ini berdampak pada 4.411 warga dari 11 nagari di tujuh kecamatan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sebanyak 1.102 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir dan longsor tersebut. Sementara itu, 160 KK atau sekitar 480 warga terpaksa mengungsi ke masjid, balai masyarakat, serta rumah kerabat yang tidak terdampak.

Tingginya intensitas hujan menyebabkan peningkatan debit air di beberapa sungai besar di wilayah ini, seperti Sungai Batang Ulakan, Batang Sei Gimba, dan Batang Tapakih, yang kemudian meluap dan membanjiri pemukiman warga.

Selain itu, hujan deras juga memicu pergerakan tanah di beberapa titik, sehingga mengakibatkan longsor yang menutup akses jalan antar-nagari dan antar-kecamatan.

Baca Juga:*Pedagang Emas di Padang Pariaman Jadi Korban Pembegalan dan Pembacokan

Wilayah yang terdampak meliputi Nagari Sungai Sariak di Kecamatan VII Koto, Nagari Gasan Gadang di Kecamatan Batang Gasan, Nagari Campago di Kecamatan V Koto, serta Nagari Kampuang Galapuang Ulakan, Nagari Seulayat Ulakan, Nagari Sungai Gimba Ulakan, dan Nagari Sandi Ulakan di Kecamatan Ulakan Tapakih.

Selain itu, Nagari Parik Malintang di Kecamatan Anam Lingkuang, serta Nagari Pauah dan Nagari Kapalo Koto di Kecamatan Nan Sabaris juga mengalami dampak yang signifikan.

Bencana ini menyebabkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah. Sebanyak 1.615 unit rumah dilaporkan terendam air, dua rumah tertimbun longsor, dan beberapa jalan penghubung antar-nagari terputus total.

Di Kecamatan IV Koto Aua Malintang, ketinggian air yang menggenangi badan jalan mencapai 50 hingga 100 cm, membuat akses transportasi menjadi lumpuh.

Kepala BPBD Kabupaten Padang Pariaman menyebutkan bahwa saat ini fokus utama adalah evakuasi warga yang masih terjebak banjir, pembersihan material longsor, serta pendistribusian bantuan ke lokasi terdampak.

Baca Juga:Banjir dan Longsor Terjang Padang Pariaman, Ratusan Keluarga Mengungsi

“Kami telah berkoordinasi dengan dinas PUPR, TNI, Polri, serta pemerintah setempat untuk melakukan pendataan dan penanganan bencana lebih lanjut,” ujarnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini