"Alat tangkap ini mengarahkan aliran air sungai ke satu arah dengan ujung berbentuk air terjun kecil. Di bawah air terjun, kami menyusun kayu-kayu kecil untuk menangkap ikan," ungkap Riswandi.
Di sisi lain, Ramadhani menggunakan alat perangkap ikan yang disebut Lukah, terbuat dari bambu dan disusun sehingga ikan yang terperangkap tidak bisa keluar.
"Lukah ini dimasukkan ke dalam air dan ditutup dengan dedaunan agar ikan masuk dan berlindung di dalamnya. Kami akan mengangkat perangkap tersebut setelah ikan sudah banyak," tambah Ramadhani. (Antara)