Rayuan Dapat 2 Kursi Kabinet Prabowo-Gibran Belum Menarik Bagi Partai Nasdem

"NasDem memang menunjukkan sikap oposisi, namun tidak secara tegas. Ini memberikan indikasi bahwa partai tersebut memiliki fleksibilitas dalam menentukan arah politiknya."

Chandra Iswinarno
Kamis, 14 Maret 2024 | 18:03 WIB
Rayuan Dapat 2 Kursi Kabinet Prabowo-Gibran Belum Menarik Bagi Partai Nasdem
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh membeberkan isi pembicaraan dengan Capres Nomor Urut 1 Anies Baswedan, Ketua Umum PKB sekaligus cawapres Muhaimin Iskandar, dan Presiden PKS Ahmad Syaikhu di Wisma Nusantara, Jakarta Pusat, Jumat (23/2/2024). (Suara.com/Rakha)

SuaraSumbar.id - Desas-desus tentang Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang akan mendapatkan dua kursi menteri dalam kabinet Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, jika terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2024/2029, dinilai belum cukup menarik bagi partai tersebut.

Efriza, pengamat politik dari Citra Institute, mengungkapkan bahwa NasDem memiliki posisi tawar yang signifikan dalam konteks pembentukan pemerintahan baru pasca Pemilu 2024.

Menurut Efriza, rekam jejak NasDem selama dua periode pemerintahan Presiden Joko Widodo menunjukkan potensi besar partai ini untuk diajak bergabung dalam pemerintahan yang akan datang, meskipun dalam Pilpres 2024 NasDem mengusung kandidat yang berbeda, yaitu Anies Baswedan.

"NasDem memang menunjukkan sikap oposisi, namun tidak secara tegas. Ini memberikan indikasi bahwa partai tersebut memiliki fleksibilitas dalam menentukan arah politiknya," ujar Efriza, dikutip hari Kamis (14/3/2024).

Baca Juga:Anies Belum Akui Prabowo Menang Pilpres: Kalau Hasilnya Berubah Gimana?

Lebih lanjut, Efriza menyatakan bahwa perubahan sikap NasDem, seperti tidak lagi ngotot menggulirkan hak angket DPR, bisa jadi merupakan strategi untuk menarik perhatian agar dapat bergabung dengan koalisi pemerintahan yang akan datang.

Hal ini menunjukkan bahwa NasDem dan ketua umumnya, Surya Paloh, masih terbuka untuk berdialog dan mungkin saja bergabung dengan koalisi Prabowo-Gibran, dengan syarat tawaran yang tepat dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

"Pasangan Prabowo-Gibran perlu menyodorkan tawaran yang menarik dan memastikan posisi strategis NasDem dalam pemerintahan agar Surya Paloh dan partainya tertarik untuk menjadi bagian dari koalisi," tambah Efriza.

Kemungkinan bergabungnya NasDem dalam koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran menunjukkan dinamika politik yang kompleks dan strategi negosiasi yang cermat dari semua pihak terkait.

Tawaran kursi menteri yang lebih signifikan dan posisi strategis lainnya bisa menjadi kunci untuk memastikan dukungan NasDem terhadap pemerintahan baru Indonesia pasca era Jokowi.

Baca Juga:Prabowo Subianto Diprediksi sebagai 'King Maker' Berikutnya dalam Politik Indonesia

Kontributor : Rizky Islam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini