SuaraSumbar.id - Menjelang bulan suci Ramadan 1445 H, permintaan jasa cuci karpet di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Aceh, mengalami peningkatan drastis. Hal ini membawa tantangan besar bagi para pengusaha cuci karpet di wilayah itu.
Salah seorang pekerja di Ayesha Carwash, Syukri mengatakan, permintaan cuci karpet saat ini melampaui hari biasa. Dalam beberapa hari terakhir, mereka kewalahan dengan pesanan, bahkan hingga mencapai 40 lembar karpet ambal ukuran besar per hari.
"Saat ini sudah 40 lembar karpet ambal ukuran besar masuk untuk dicuci di sini," katanya melansir Antara, Minggu (3/3/2024).
Melonjaknya permintaan ini membuat mereka harus menutup sementara layanan cuci karpet baru untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah ada. Enam orang pekerja di Ayesha Car Wash bekerja untuk mencuci dan membersihkan tumpukan karpet sesuai antrean.
Menurutnya, proses mencuci karpet bukanlah pekerjaan yang singkat. Mulai dari merontokkan debu, mencuci sabun, menyikat dengan mesin modern, hingga proses jemur sampai kering, semuanya memakan waktu lama
Bahkan, memberi pewangi dan mengemas karpet-ambal baru cuci juga termasuk dalam proses ini, sehingga satu lembar karpet-ambal biasanya memerlukan 3 hingga 5 hari untuk selesai.
"Kalau tidak ada hujan 3 hari sudah selesai, dan meningkatnya orderan bukan disini saja, tetapi permintaan melonjak juga terjadi di tempat penyedia jasa cuci karpet lain di kabupaten Abdya," jelasnya.
Dirinya memperkirakan kepadatan antrean untuk cuci karpet akan berlanjut hingga bulan puasa. Pasalnya, di pada Ramadan warga menginginkan karpet di rumah mereka bersih dan wangi.
"Mencuci karpet menjelang Ramadan dan menjelang lebaran telah menjadi bagian dari tradisi dan budaya masyarakat. Tidak hanya dari rumah-rumah, tetapi juga dari masjid, pondok pesantren, dan kantor," katanya.