SuaraSumbar.id - Seringkali seseorang menghadapi kesulitan untuk melupakan kenangan dengan mantan, terutama jika kenangan itu terus membekas dalam hati.
Hal ini bisa menjadi tantangan serius dalam sebuah hubungan pernikahan, dimana fokus seharusnya adalah mencintai pasangan, bukan terjebak dalam kenangan masa lalu.
Menurut Islam, hati manusia sangatlah mudah berubah-ubah, dan oleh karena itu, kita dianjurkan untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT agar hati kita tetap teguh dan terarah pada hal-hal yang benar dan baik.
Rasulullah SAW mengajarkan beberapa doa untuk memohon keteguhan hati, termasuk dalam menghadapi godaan rasa cinta kepada orang yang tidak seharusnya dicintai.
Baca Juga:Doa Saat Rugi Atau Bangkrut dalam Berbisnis
Berikut adalah doa yang bisa diamalkan:
Doa Memohon Keteguhan Hati
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ
Yâ muqallibal qulûb tsabbit qalbî ‘alâ dînika.
Artinya: "Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu."
Baca Juga:Khawatir Mimpi Buruk saat Tidur Jadi Kenyataan? Baca Doa Ini
Doa Memohon Pertolongan Allah
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ
Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wahablanâ min ladunka rahmatan innaka anta-l-wahhâb.
Artinya: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha-Pemberi karunia."
Doa Memohon Pengarahan Hati ke Jalan yang Benar
اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا إِلَى طَاعَتِكَ
Allâhumma, musharrifal qulûb sharrif qulûbanâ ilâ thâ‘atika.
Artinya: "Ya Allah, Dzat yang mengurus seluruh hati, arahkanlah hati kami terhadap ketaatan kepada-Mu."
Doa-doa ini diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai cara untuk memohon kepada Allah agar hati kita selalu terarah pada apa yang benar dan baik, dan terhindar dari segala bentuk godaan dan kesesatan, termasuk dalam urusan hati dan perasaan.
Melalui doa ini, kita mengakui bahwa hanya Allah yang memiliki kendali penuh atas hati kita, dan dengan memohon pertolongan-Nya, kita dapat melepaskan diri dari ikatan kenangan masa lalu dan memfokuskan hati pada hubungan pernikahan yang sehat.
Kontributor : Rizky Islam