Erupsi Gunung Marapi Pengaruhi Penerbangan, BMKG dan PVMBG Tetapkan Kode Merah

BMKG terus memantau aktivitas Gunung Marapi, termasuk pengamatan melalui citra satelit cuaca dan koordinasi dengan PVMBG, AirNav Indonesia, dan VAAC Darwin.

Chandra Iswinarno
Rabu, 06 Desember 2023 | 16:36 WIB
Erupsi Gunung Marapi Pengaruhi Penerbangan, BMKG dan PVMBG Tetapkan Kode Merah
Ilustrasi penerbangan sipil (unplash.com/John McArthur)

BMKG memberikan rekomendasi berdasarkan informasi dari VAAC Darwin dan VONA dari PVMBG, digunakan dalam Collaborative Decision Making (CDM) untuk membantu Otoritas Layanan Bandara Udara dalam pengambilan keputusan.

Aktivitas Gunung Marapi menurun pada 4 Desember 2023, sehingga kode warna penerbangannya berubah menjadi oranye.

BMKG terus memantau aktivitas Gunung Marapi, termasuk pengamatan melalui citra satelit cuaca dan koordinasi dengan PVMBG, AirNav Indonesia, dan VAAC Darwin.

Berdasarkan citra satelit terkini, aktivitas letusan Gunung Marapi menunjukkan sebaran abu vulkanik bergerak ke arah Barat Daya, dengan ruang udara terdampak mencapai 4.000 Mdpl.

Baca Juga:Polda Sumbar Akan Periksa BKSDA Terkait Erupsi Gunung Marapi yang Makan Korban

Bandara Minangkabau berpotensi terdampak, namun pengamatan sebaran abu vulkanik di Bandara Minangkabau telah memberikan hasil negatif, menunjukkan tidak ada deteksi abu vulkanik di bandara tersebut.

BMKG mengimbau pelaku jasa penerbangan untuk terus memperbarui informasi mengenai situasi terkini letusan Gunung Marapi dari BMKG dan pihak terkait.

Kontributor : Rizky Islam

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini