22 Korban Meninggal Erupsi Gunung Marapi Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya

Mereka merupakan pendaki yang tercatat oleh pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, dengan total 75 pendaki yang naik gunung.

Chandra Iswinarno
Rabu, 06 Desember 2023 | 15:27 WIB
22 Korban Meninggal Erupsi Gunung Marapi Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya
Ilustrasi [Covesia.com/Dok Basarnas]

SuaraSumbar.id - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Ante Mortem berhasil mengidentifikasi seluruh jenazah korban erupsi Gunung Marapi yang berada di RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi per Rabu, 6 Desember 2023.

Berdasarkan informasi terbaru, enam korban tambahan berhasil teridentifikasi hari ini, menambah jumlah korban yang telah diidentifikasi sebelumnya oleh Tim DVI menjadi total 22 orang.

Sebelumnya, Tim DVI telah mengidentifikasi 16 korban, dengan lima orang di antaranya teridentifikasi pada Senin, 4 Desember 2023, dan 11 lainnya pada Selasa, 5 Desember 2023.

Korban terbaru yang berhasil diidentifikasi termasuk Lenggo Baren (19), berjenis kelamin perempuan asal Tapanuli Utara, dan Zikri Habibi (19), laki-laki asal Padang.

Baca Juga:14 Mahasiswanya Jadi Korban Erupsi Gunung Marapi, Kuliah PNP Ditiadakan Diganti Doa Bersama

Kabiddokkes Polda Sumbar, Kombes Pol Lisda Cancer, menjelaskan bahwa proses identifikasi kebanyakan menggunakan sidik jari dan terhubung langsung dengan e-KTP.

"Kondisi korban umumnya masih bagus dan hanya mengalami luka bakar," ungkap Lisda Cancer.

Sementara itu, puluhan korban meninggal ini telah dievakuasi oleh petugas gabungan sejak Senin (4/12/2023).

Mereka merupakan pendaki yang tercatat oleh pengelola Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi, dengan total 75 pendaki yang naik gunung.

Dari jumlah itu, 52 pendaki berhasil dievakuasi dengan selamat, meskipun beberapa di antaranya mengalami luka-luka. Namun, masih ada satu pendaki yang belum ditemukan dan kini masih dalam pencarian oleh petugas.

Baca Juga:Cari Korban Terakhir Erupsi Gunung Marapi, Tim Gabungan Kerahkan 50 Personel

Gunung Marapi, yang berada di perbatasan Tanah Datar dan Agam, kini berstatus waspada atau level 2. Erupsi yang terus berlanjut hingga saat ini, dengan asap tebal yang mengepul di atas puncak gunung, menjadi kendala tambahan bagi petugas dalam mencari korban.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini