"Diajak nikah sama laki-laki ini. Ditolak, Josi bilang belum siap, saya di sini sekolah. Laki-laki ini mengancam, akan dilaporkan ke pihak keimigrasian katanya. Josi kemudian dijemput di asrama dan dipaksa pergi," ujar Ardines.
Rencana dimakamkan di samping rumah
Area kebun di samping rumah Josi telah mulai dibersihkan. Di sinilah jenazah Josi rencananya akan dimakamkan untuk menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Lagi-lagi aktivitas pembersihan kebun ini, pihak keluarga juga terpaksa harus mencari alasan lain agar tidak dicurigai oleh nenek Josi.
Hingga kini pihak keluarga masih menunggu kepulangan jenazah Josi. Ardines mengungkapkan, ibu dan ayah Josi bakal pulang saat jenazah Josi sampai di kampung halaman.
Baca Juga:Gubernur Khofifah Paparkan Kekuatan Jatim Sebagai Pusat Gravitasi Indonesia
Di momen itulah nantinya kabar meninggal Josi baru diberitahu kepada neneknya. Saat ini, nenek Josi bertanya selalu kepada keluarga apakah cucunya sudah ditemukan.
"Sudah pulang ke sini anak laki-lakinya baru (nenek) diberitahu. Kami sebelum itu juga telah memberikan isyarat; amak (nenek) buruk baiknya nanti harus menerima," katanya.
Kontributor: Saptra S