Duka Keluarga Josi di Padang Pariaman yang Terpaksa Dirahasiakan dari Sang Nenek Tercinta

Warga juga diminta untuk tidak melayat, setelah kabar Josi tewas tersiar di kampung halaman.

Suhardiman
Minggu, 27 Agustus 2023 | 13:34 WIB
Duka Keluarga Josi di Padang Pariaman yang Terpaksa Dirahasiakan dari Sang Nenek Tercinta
Ardines, tante Josi Putri Cahyani, pelajar yang tewas di Jepang. [Suara.com/Saptra S]

SuaraSumbar.id - Kesedihan atas tewasnya Josi Putri Cahyani (23) terpaksa harus dipendam keluarga dari kampung halaman di Korong Lancang, Nagari Aur Malintang Selatan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar).

Tanda-tanda berkabung di kediaman Josi ternyata sengaja tidak ditonjolkan keluarga. Rumah bercorak coklat itu tampak sepi. Halaman rumah yang luas belum terlihat adanya tenda atau bendera hitam dipasangkan. Warga juga diminta untuk tidak melayat, setelah kabar Josi tewas tersiar di kampung halaman.

"Di dalam rumah ini saja duduk. Nanti terlihat neneknya," kata Ardines, tante Josi saat ditemui di kediamannya, Minggu (27/8/2023).

Tidak jauh dari rumah pertama ini, terdapat rumah lainnya milik keluarga Josi yang dihuni nenek dan adiknya. Josi selama ini memang dikenal sangat dekat dengan neneknya yang telah berusia 70 tahun.

Baca Juga:Gubernur Khofifah Paparkan Kekuatan Jatim Sebagai Pusat Gravitasi Indonesia

Dirinya dirawat dan dibesarkan sejak umur dua tahun oleh sang nenek. Sedangkan orang tuanya yang telah berpisah, saat itu harus meninggalkan Josi untuk merantau. Ibunya berangkat ke Malaysia dan ayahnya di Jakarta. Sudah lama Josi tak bertemu dengan sang ibu, terkahir kali pada 2009 silam.

Kabar tewasnya Josi di apartemen di Kota Maebashi, Perfektur Gunma, Jepang, sampai saat ini belum diketahui neneknya. Harapan besar untuk cucunya terus dinanti sang nenek, karena keluarga hanya memberi tahu bahwa Josi hilang.

Ardines menyebutkan, nenek Josi akan sangat terpukul jika mendapat kabar cucunya telah meninggal. Pihak keluarga merahasiakan itu mengingat neneknya yang memiliki riwayat sakit jantung.

"Ini televisi kami matikan. Colokkan bahkan dipindah-pindahkan agar tidak dinyalakan dan mengetahui berita. Kami semua perempuan di sini, tidak ada laki-laki, takut kenapa-kenapa (nenek)," ucapnya.

"Di warung-warung warga sudah diberitahu, jagan ke sini (untuk melayat) nanti nenek kaget. Nenek tahu kabar Josi ini hanya hilang," sambungnya.

Baca Juga:India Setop Ekspor, Begini Cara Pemerintah Pasok Gula Biar Tak Langka

Uang untuk nenek

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini