Nekat Mendaki Gunung saat Positif Covid-19, Ahmad Tewas Sembari Pegangi Dada

"Warga Kampung Alor Bemban di sini, pergi ke lokasi untuk melakukan aktivitasnya sendiri pada pukul 7 pagi," kata Zaidy

Chandra Iswinarno
Senin, 12 September 2022 | 09:31 WIB
Nekat Mendaki Gunung saat Positif Covid-19, Ahmad Tewas Sembari Pegangi Dada
Seorang pria yang tengah positiv Covid-19 nekat melakukan aktivitas mendaki gunung. Alhasil, lelaki itu meninggal dunia saat mendaki Bukit Haji Yusuf di Kampung Berapit di Tikam Batu, Kedah, Malaysia. [Utusan]

Zaidy mengatakan, pemeriksaan awal dengan adiknya menemukan bahwa korban tidak memiliki masalah kesehatan kronis meskipun sebelumnya telah dikonfirmasi positif Covid-19.

Jangan olahraga saat positif Covid-19

Tidak diragukan lagi bahwa olahraga itu baik untuk kesehatan kita. Ini membantu kita mengelola berat badan, menjaga kadar gula darah, mengurangi risiko kardiovaskular, penyakit pernapasan, dan meningkatkan kesejahteraan mental secara keseluruhan.

Para ahli menyarankan bahwa setiap individu harus berolahraga 30 hingga 45 menit setiap hari untuk hidup panjang dan bebas penyakit.

Baca Juga:Jarang Terlihat, Mantan PM Malaysia Abdullah Ahmad Badawi Kena Demensia

Beberapa orang bahkan beralih ke olahraga saat merasa tidak enak badan karena dapat meningkatkan sirkulasi dan membuat mereka merasa lebih baik.

Namun, pernyataan ini mungkin tidak benar bagi mereka yang menderita virus corona. Sebuah studi baru yang terungkap baru-baru ini menunjukkan bahwa berolahraga sambil menderita virus corona dapat memperburuk gejala penyakit menular yang mematikan itu.

Dikutip dari Times of India, sesuai studi terbaru yang diterbitkan di JAMA Cardiology, peneliti Jerman menemukan bahwa melakukan olahraga ringan sekalipun saat menderita infeksi virus corona ringan bisa berbahaya dan menyebabkan masalah jantung yang serius.

Untuk penelitian tersebut, para peneliti melakukan tes MRI jantung pada 100 orang dewasa yang telah pulih dari Covid-19. Dari semuanya, setengah dari peserta memiliki gejala ringan hingga sedang dan sekitar 18 persen tidak memiliki gejala.

Namun pengujian tersebut dilakukan dua hingga tiga bulan setelah mereka terdiagnosis Covid-19 dan saat itu tidak ada satupun dari mereka yang mengalami gejala jantung terkait dengan virus corona baru.

Baca Juga:Video DJ Soda Tampil Cantik Pakai Baju Adat Dayak Bidayuh saat Tiba di Kuching Bikin Netizen Jatuh Cinta

Tetapi 78 di antaranya mengalami perubahan struktural pada jantungnya, dan 60 menderita miokarditis.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini