Bridesman dan bridesmaid alias pendamping pengantin masing-masing disewakan kamar di hotel tersebut. belum lagi teman-teman dekatnya, juga diberikan kamar.
"Prewedding di 3 negara berbeda. Menggunakan vendor foto kondang yang sama kayak nama laptop jadul," kata dia.
Tak hanya itu, pondokan atau gerai makanan di resepsi pernikahan saja menyediakan lobster. Setelah pesta pernikahan, ada acara ramah tamah di lounge mahal.
"Angpao untuk mai yang cukup besar. Itu sekitar Rp 2 juta per orang. Pokoknya saya super happy. Sampai saya rangkul dia dan bercanda 'bro boleh sering-sering kawin deh kalau kayak begini."
Baca Juga:Keanu Agl Pertama Kali Jadi MC Nikahan, Netizen: Kocak Banget
Dia menjelaskan, semua itu baru untuk keperluan para pendamping pengantin pria dan wanita. Belum termasuk fasilitas untuk keluarga kedua belah pihak, pemberkatan, camilan, rias, liputan dan foto.
Tapi, setelah menikah, barulah si pengantin pria tadi menghubungi kembali sahabatnya itu untuk minta ketemuan.
Si sahabat berpikir mungkin ada persoalan bisnis yang hendak dibicarakan. Mereka akhirnya bertemu di kafe daerah Serpong, Tangerang Selatan.
Saat bertemu, wajah pengantin baru itu kusut. Dia hanya duduk tanpa memesan minuman.
"Dia mengatakan, 'gue pusing banget. Sudah berhari-hari gak bisa tidur. Hutang bank gue numpuk. Sekarang debt collector tiap hari ke rumah gue, ke rumah orangtua karena gagal bayar. Rumah gue KPR-nya juga sudah nunggak 6 bulan', begitu."
Baca Juga:Celetukan Angga Yunanda di Lapor Pak Bikin Ketar-ketir, Netizen: Kusebut Dia Tampan dan Pemberani
Akhirnya, kata sang sahabat, dia baru tahu bahwa bisnis temannya itu terdampak pandemi covid-19. Dia memaksa agar temannya itu memberitahu berapa jumlah utangnya.