facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Dafar 7 Pahlawan Asal Sumbar yang Diabadikan dalam Prangko

Suhardiman Sabtu, 06 Agustus 2022 | 14:18 WIB

Dafar 7 Pahlawan Asal Sumbar yang Diabadikan dalam Prangko
Prangko Abdoel Moeis.[Ist]

Banyak dari mereka berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan.

SuaraSumbar.id - Kemerdekaan Indonesia tidak terlepas dari perjuangan para pahlawan bangsa. Banyak dari mereka berkorban untuk memperjuangkan kemerdekaan. Banyak pahlawan asal Sumatera Barat (Sumbar), yang diabadikan fotonya dalam bentuk prangko.

Berikut prangko pahlawan asal Sumbar melansir Klikpositif.com--jaringan Suara.com, Sabtu (6/8/2022).

1. Abdoel Moeis

Abdoel Moeis merupakan seorang Minangkabau, putra Datuk Tumangguang Sutan Sulaiman. Ayahnya merupakan seorang demang yang keras menentang kebijakan Belanda di dataran tinggi Agam.

Baca Juga: Keluarga Sebut Istri Irjen Ferdy Sambo Punya Panggilan Khusus untuk Brigadir J dari Ucapan Ultah Ini

Abdul Muis atau Abdoel Moeis lahir pada 3 Juni 1883 di Sungai Puar, Bukittinggi, Sumatera Barat. Jika mendengar nama Abdul Moeis mungkin yang teringat adalah novel Salah Asuhan. Novel itulah yang membuat namanya terkenal. Ia tak hanya seorang sastrawan, melainkan juga seorang wartawan dan pejuang di zamannya.

Tak lama setelah Abdul Muis meninggal, pemerintah menetapkan dirinya sebagai pahlawan nasional yang pertama berdasarkan Kepres No. 218 Tahun 1959 tertanggal 30 Agustus 1959. Sejak itulah pemberian gelar Pahlawan Nasional menjadi tradisi, yang dimulai dari Abdul Muis.

Pada tahun 1961-1962 Pos Giro mengeluarkan seri prangko pahlawan kemerdekaan yang terdiri dari 20 buah, salah satunya Abdoel Moeis dengan perangko 0,20 sen.

2. Tuanku Imam Bonjol

Tuanku Imam Bonjol merupakan salah seorang ulama, pemimpin dan pejuang yang berperang melawan Belanda dalam peperangan yang terkenal dengan nama Perang Padri pada tahun 1803–1838.

Baca Juga: Fakta Baru Sopir Pakai Pelat RFH Saat Tabrak Polisi di Tol Pancoran, Hindari Gage

Nama asli dari Tuanku Imam Bonjol adalah Muhammad Syahab. Ia lahir di Bonjol pada 1 Januari 1772. Fotonya diabadikan dalam prangko 1,50 sen, edisi 1961-1962 sama dengan Abdoel Moeis.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait