Makan Pisang yang Masih Hijau Turunkan Risiko Kanker, Ini Hasil Penelitiannya

Para ilmuwan menemukan makan pisang yang sedikit hijau setiap hari bisa membantu mencegah kanker pada orang yang memiliki riwayat penyakit itu dalam keluarga.

Riki Chandra
Kamis, 28 Juli 2022 | 10:15 WIB
Makan Pisang yang Masih Hijau Turunkan Risiko Kanker, Ini Hasil Penelitiannya
Ilustrasi pisang . [Unsplash/stopboxstudio]

SuaraSumbar.id - Para ilmuwan menemukan makan pisang yang sedikit hijau setiap hari bisa membantu mencegah kanker pada orang yang memiliki riwayat penyakit itu dalam keluarga.

Tim di Universitas Newcastle dan Leeds memeriksa 1.000 orang dengan sindrom Lynch, suatu kondisi genetik yang meningkatkan risiko kanker tertentu termasuk usus, ovarium, perut, rahim, dan pankreas.

Mereka menemukan dosis harian suplemen pati resisten itu setara dengan satu pisang hijau yang bisa mengurangi beberapa jenis kanker sebanyak dua pertiga selama 2 tahun.

Meskipun pati resisten ini tidak bisa mempengaruhi kanker usus, mengonsumsinya bisa mengurangi risiko seseorang terkena penyakit gastrointestinal.

Baca Juga:3 Gaya Hidup yang Dapat Mengurangi Risiko Kanker Kolorektal, dari Olahraga hingga Batasi Makan Daging Merah!

Pati resisten juga ditemukan dalam gandum dan kacang-kacangan yang tidak bisa dicerna di usus kecil. Sebaliknya, itu berfermentasi di usus besar dan memberi makan bakteri baik.

"Kami menemukan pati resisten mengurangi berbagai jenis kanker hingga lebih dari 60 persen," kata Profesor John Mathers dari Universitas Newcastle dikutip dari The Sun.

Efek pati resisten paling jelas di bagian atas usus. Selain itu, suplemen juga terbukti sangat efektif pada kanker esofagus, lambung, saluran empedu, pankreas dan duodenum.

Profesor Mathers menambahkan hal ini penting karena kanker saluran pencernaan bagian atas sulit didiagnosis dan seringkali tidak terdeteksi sejak dini.

Bahkan, suplemen ini juga memiliki dampak yang bertahan selama satu dekade penuh setelah seorang berhenti meminumnya.

Baca Juga:Makan Buah Pisang Saat Perut Kosong, Adakah Risiko Bahayanya?

Para peneliti merencanakan tindak lanjut sepuluh tahun, di samping penelitian lebih lanjut tentang peran aspirin dalam mengurangi kanker di usus besar juga.

Penelitian sebelumnya yang diterbitkan sebagai bagian dari percobaan yang sama, mengungkapkan aspirin mengurangi kanker usus besar hingga 50 persen. (Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini