Gambir Limapuluh Kota Bertransformasi Jadi Produk Fashion

Kebanyakan batik gambir yang didominasi batik tulis, dikembangkan oleh IKM dan industri rumah tangga (IRT).

Suhardiman
Sabtu, 23 Juli 2022 | 14:07 WIB
Gambir Limapuluh Kota Bertransformasi Jadi Produk Fashion
Ilustrasi gambir. [Istimewa]

Tercatat pada tahun 1883 gambir ditanam di lereng bawah Gunung Bongsu di desa-desa seperti Mungka,

"Rentangan gunung yang rendah hampir seluruhnya penuh dengan perkebunan gambir".

"Tanaman ini telah memberikan kemakmuran kepada penduduk, padahal sebelumnya desa-desa itu
sedikit sekali memiliki sumber pemasukan".

Meningkatnya permintaan dunia akan komoditas gambir menyebabkan banyak gambir dari sini yang kemudian angkut ke pantai timur untuk ekspor ke Penang (Dobbin: 1992, 47-62).

Baca Juga:Begini Syarat Konten Youtube Jadi Jaminan Utang Bank

Saat itu perkebunan gambir merupakan perkebunan rakyat yang pengelolaanya dalam sistem kebun tanpa campur tangan pemerintah Hindia Belanda.

Gambir merupakan tanaman keras yang bisa berumur panjang dengan pemeliharaan yang baik. Perkiraan umur tanaman gambir dapat berproduksi selama 80 tahun. Ini menjadi salah satu sebab mengapa masyarakat tertarik dalam budidaya gambir.

"Tanaman gambir menyandang gelar tanaman serbaguna karena berbagai manfaat yang ada di dalamnya. Tanaman yang mengandung zat katecin, tamin, kateku, kuesetin, flouresin,lendir, lemak dan lilin" (Swendri: 2005, 7).

Tidak semua daerah bisa di tanami tanaman gambir, hanya beberapa daerah yang cocok seperti Sarilamak,
Lubuk Tingko, Taram, Mungka, dan Halaban.



Baca Juga:Persib Bisa Pakai Stadion GBLA untuk Liga 1, Tapi Ada Syaratnya

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini