facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bulgaria Usir 70 Diplomat Rusia, Ini Alasannya

Riki Chandra Rabu, 29 Juni 2022 | 18:58 WIB

Bulgaria Usir 70 Diplomat Rusia, Ini Alasannya
Perdana Menteri Bulgaria Kiril Petkov (kiri) dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berjabat tangan setelah mereka melakukan konferensi pers bersama di Kiev Ukraina, Kamis (28/4/2022). [Dok.Antara]

Bulgaria mengusir 70 staf diplomatik Rusia pada Selasa (28/6/2022).

SuaraSumbar.id - Bulgaria mengusir 70 staf diplomatik Rusia pada Selasa (28/6/2022). Hal itu dilakukan karena kekhawatiran atas spionase dan telah membatasi jumlah perwakilan Moskow di negara tersebut.

"Kami telah mengusir 70 diplomat Rusia. Banyak dari mereka bekerja langsung untuk layanan (intelijen) dan peran diplomatik mereka lebih seperti kedok," kata Perdana Menteri Bulgaria Kiril Petkov, Rabu (29/6/2022).

Langkah itu diambil di tengah ketegangan antara Bulgaria dan Rusia, yang dulu merupakan sekutu dekat namun sekarang hubungan keduanya retak akibat perang di Ukraina.

Langkah tersebut, yang diumumkan oleh kementerian luar negeri Bulgaria, adalah pengusiran terbesar diplomat Rusia oleh Sofia dalam beberapa tahun terakhir dan mencakup lebih dari setengah ukuran jejak diplomatik Moskow di negara Balkan.

Keputusan itu mengurangi separuh kehadiran diplomatik Rusia, yang menurut Petkov berjumlah 114 orang pada akhir April.

Baca Juga: Indonesia - Bulgaria Perkuat Kerja Sama Siber dan Ekonomi Digital

Kementerian luar negeri Bulgaria mengatakan keputusan untuk mengusir begitu banyak diplomat Rusia dirancang untuk menurunkan jumlah anggota staf perwakilan Moskow di negara itu --menyamai jumlah perwakilan Bulgaria di Moskow.

Pengusiran itu, menurut Bulgaria, juga merupakan tanggapan terhadap apa yang disebutnya sebagai kegiatan yang tidak sesuai dengan Konvensi Wina tentang Hubungan Diplomatik, yakni memakai pejabat sebagai mata-mata.

Sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari Rusia atas tuduhan kegiatan mata-mata itu.

Petkov telah mengambil sikap yang luar biasa keras terhadap Rusia mengingat Bulgaria adalah negara yang pernah menikmati hubungan dekat dengan Moskow selama era komunis dan telah lama menjadi daya tarik bagi turis Rusia.

Dia memecat menteri pertahanannya pada Februari karena menolak menyebut tindakan Rusia melawan Ukraina sebagai "perang", sementara Rusia menyebut pergerakan itu sebagai "operasi militer khusus".

Baca Juga: Menkominfo dan Dubes Bulgaria Bahas Potensi Kerja Sama Keamanan Siber

Petkov telah mendukung sanksi Uni Eropa terhadap Moskow dan setuju untuk memperbaiki perangkat keras militer Ukraina walaupun berhenti mengirim senjata langsung untuk Kiev.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait