facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kerap Picu Kecelakaan, 170 Perlintasan Liar Kereta Api di Sumbar Ditutup

Riki Chandra Kamis, 19 Mei 2022 | 18:26 WIB

Kerap Picu Kecelakaan, 170 Perlintasan Liar Kereta Api di Sumbar Ditutup
Kasubdit Pencegahan dan Penindakan Hukum Direktorat Keselamatan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Jhon Ferry. [Dok.Antara]

Tahun 2022 ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sebanyak 170 titik perlintasan kereta api (KA) sebidang tanpa palang pintu di Sumatera Barat (Sumbar).

SuaraSumbar.id - Tahun 2022 ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sebanyak 170 titik perlintasan kereta api (KA) sebidang tanpa palang pintu di Sumatera Barat (Sumbar). Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kecelakaan dan keselamatan perjalanan perkeretaapian.

"Tingkat kecelakaan kereta api di Sumbar cukup tinggi karena banyaknya perlintasan liar. Karena itu, untuk meningkatkan keselamatan perkeretaapian, kita akan tutup 170 titik perlintasan liar itu pada 2022," kata Kasubdit Pencegahan dan Penindakan Hukum Direktorat Keselamatan Ditjen Perkeretaapian Kemenhub Jhon Ferry di Padang, Kamis (19/5/2022).

Ia mengatakan, penutupan perlintasan liar itu tidak dilakukan secara semena-mena. Sosialisasi sudah dilakukan sejak Januari 2022 dengan melibatkan tokoh adat dan masyarakat bisa menerima dengan baik karena tujuannya adalah untuk keselamatan.

"Kita juga memberikan solusi bagi masyarakat. Misalnya, ada lima titik perlintasan liar yang ditutup akan diberikan frontage road atau akses jalan yang nantinya akan dilengkapi fasilitasnya seperti palang pintu, penjaga hingga early warning system oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian melalui Balai Teknik Perkeretaapian," ujarnya.

Baca Juga: PT KAI Tutup 4 Perlintasan Liar di Jakarta

Jhon menyebut saat ini di Sumbar terdapat 370 perlintasan sebidang. Sebagian sudah dijaga, namun masih banyak titik yang belum ada penjagaan atau palang pintu, sehingga bisa membahayakan masyarakat dan perjalanan kereta api.

"Secara bertahap akan terus kita tingkatkan keselamatan di jalur kereta api ini. Idealnya kalau perlintasan dikelola dan dipakai masyarakat, maka memang harus dilengkapi fasilitasnya," katanya.

Menurutnya, untuk peningkatan jalur kereta dan peningkatan keselamatan itu, Kemenhub menganggarkan Rp179 miliar.

Pekerjaan sudah dimulai dengan pematokan di beberapa tempat. Namun, secara resmi akan diluncurkan pada 21 Mei 2022.

Penutupan perlintasan liar itu merupakan bagian dari Gerakan Nasional Keselamatan Perkeretaapian dan Sumbar menjadi percontohan untuk gerakan tersebut pada tahun ini.

Baca Juga: Perlintasan Liar antara Stasiun Kramat dan Pondokjati Ditutup KAI

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi mendukung penuh gerakan nasional tersebut karena saat ini frekuensi perjalanan kereta api di Sumbar sudah semakin tinggi, sementara perlintasan liar masih cukup banyak.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait