facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ali Ngabalin Murka Jenazah Jokowi Disebut Bakal Ditolak Bumi Gegara Hutang Negara: Belajarlah Jadi Manusia

Riki Chandra Senin, 16 Mei 2022 | 18:06 WIB

Ali Ngabalin Murka Jenazah Jokowi Disebut Bakal Ditolak Bumi Gegara Hutang Negara: Belajarlah Jadi Manusia
Ali Ngabalin [ANTARA]

Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meluapkan kegeramannya di akun Twitter pribadinya.

SuaraSumbar.id - Tenaga Ahli Utama Kepala Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin meluapkan kegeramannya di akun Twitter pribadinya. Ali Ngabalin marah atas pernyataan eks penasihat KPK Abdullah Hehamahua yang menyebut jenazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak akan diterima bumi saat meninggal dunia jika hutang negara belum lunas.

Lewat cuitannya, Ali Ngabalin menasihati Abdullah Hehamahua yang disebutnya sebagai "kadrun". “Hei, kadrun. Belajarlah menjadi manusia sebelum belajar agama,” kata Ali Mochtar Ngabalin sembari melampirkan berita tentang Jokowi tak akan diterima bumi saat meninggal dunia, dikutip dari Hops.id - jaringan Suara.com, Senin (16/5/2022).

Ali Ngabalin mengatakan, belajar menjadi manusia dahulu sebelum belajar agama agar Abdullah Hehamahua ketika nanti menjelaskan tentang agama tetap menjadi manusia, dan tidak bertindak seperti Tuhan.

“Agar kelak ketika engkau MENJELASKAN ttg agama kamu tetap menjadi manusia, dan tidak bertindak SEPERTI Tuhan.#WatakOtakSumgsang,” tegas Ngabalin.

Baca Juga: Tingkat Kepuasan ke Jokowi Terus Turun, Politikus PDIP: Ada Persepsi Kabinet Kurang Mampu hingga Gonta-ganti Kebijakan

Sebelumnya, eks Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua mengingatkan jenazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa ditolak bumi jika saat meninggal dunia utang negara belum lunas.

Itu disampaikan Abdullah Hehamahua melalui sebuah artikel “Pak Jokowi, Berhentilah Berutang” yang viral di media sosial.

“Jika pak Jokowi meninggal dunia sebelum melunasi utang-utang tersebut, jenazahnya akan ditolak bumi. Nabi Muhammad SAW mengatakan: Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki utang satu dinar atau satu dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham (HR Ibnu Majah),” kata Abdullah Hehamahua dalam artikel tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait