Video Viral! Pedagang Tahu Bulat Dikeroyok Bos dan Keluarganya karena Mau Bikin Usaha Sendiri

Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut.

Reza Gunadha
Kamis, 28 April 2022 | 14:16 WIB
Video Viral! Pedagang Tahu Bulat Dikeroyok Bos dan Keluarganya karena Mau Bikin Usaha Sendiri
Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]

SuaraSumbar.id - Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut.

Penganiayaan itu menjadi buah bibir komunitas online, setelah video penganiayaan pedagang tahu bulat bernama Ilham Wijaya itu viral di media-media sosial.

Dalam video tersebut, tampak sejumlah orang menyeroyok Ilham Wijaya di sebuah beranda rumah. Belakangan diketahui, peristiwa itu terjadi di rumah sang bos, Sawangan Depok.

Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]
Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]

Berikut narasi keterangan video tersebut:

Baca Juga:Perempuan Ini Heran Dengan Daging Berbulu Hitam Kecokelatan di Mangkuk Ciloknya

Bantu viraalkan!

Kronologi: Masalah bisnis berjualan tahu bulat.

Saya bekerja sama dengan tersangka sudah setahun lebih. Dan selama setahun lebih itu saya tidak dapat hasil apa-apa.  Yang ada malah timbul hutang.

Walaupun hutang itu bukan sepenuhnya hasil dari kerugian berbisnis tahu bulat, tapi saya merasa diberatkan dengan hutang tersebut.

Dari situ saya mulai berpikir jika saya bertahan terus, yang ada utang saya semakin bengkak.

Baca Juga:Kambing Penurut Seperti Anjing Ini Membuat Warganet Gemas Ingin Memilik, Larinya Unik

Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]
Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]

Terus dari situ, saya mencoba mencari batu loncatan untuk mencari yang lebih agar bisa mendapatkan hasil.

Akhirnya ada yang merespons untuk menerima saya untuk bekerja sama. Belum juga bekerja sama, dan baru menerima modal, akhirnya saya keburu ketahuan sama Andri Susilo.

Dari situlah saya dihakimi oleh keluarga tersangka tersebut.

Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]
Seorang pedagang tahu bulat dianiaya oleh bos atau rekan kerjanya sendiri, karena hendak keluar dari pekerjaan tersebut. [Facebook]

Ilham Wijaya sendiri mengatakan, pengeroyokan itu terjadi saat dirinya berkeinginan berjualan tahu bulat buatan sendiri.

Peristiwa tersebut terjadi hari Senin (18/4/022) di Sawangan Depok.

Dia menuturkan, menjual tahu bulat milik bosnya itu karena sama-sama warga Citepus, Pelabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak