"Ingat pemimpin Palestina Yasser Arafat yang istrinya seorang pemeluk agama Katolik," komentar warganet.
"Yang dilakukan Pak Mentri Pendidikan ini justru pluralis sejati," imbuh warganet lain.
"Humas Partai yang berasas Islam, jika memang pingin tampil sebagai payung umat, harusnya memiliki literatur fatwa yang beragam. MUI mengharamkan dengan dasar qaul mu’tamad. Namun, ada qaul lain (rajih) yang fatwanya beda; menghalalkan. Ini sih partai vonis, namanya," tulis warganet di retweet balasan.
"Contoh orang suka provokasi dengan dalil nih," timpal lainnya.
Baca Juga:Pemerintah Tiadakan Jurusan IPA, IPS, dan Bahasa, Meme Beda Anak IPA da IPS Bermunculan
Cuitan yang diunggah pada Selasa (29/12/2021) itu mendapatkan ribuan like dan balasan tweet hingga ratusan kali.