facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tegas! Singapura Larang Buku Berisi Kartun Nabi Muhammad SAW Beredar

Riki Chandra Kamis, 04 November 2021 | 10:50 WIB

Tegas! Singapura Larang Buku Berisi Kartun Nabi Muhammad SAW Beredar
Ilustrasi Singapura (Unsplash/Jisun Han)

Singapura melarang sebuah buku berisi kartun Nabi Muhammad SAW beredar. Konten buku tersebut dianggap tidak pantas dan merendahkan agama.

SuaraSumbar.id - Singapura melarang sebuah buku berisi kartun Nabi Muhammad SAW beredar. Konten buku tersebut dianggap tidak pantas dan merendahkan agama.

Mengutip Suara.com, Kamis (4/11/2021), Otoritas Pengembangan Media Infokom (IMDA) mengklasifikasikan buku Red Lines: Political Cartoons And The Struggle Against Censorship sebagai tidak pantas.

Keputusan tersebut disampaikan pada hari Senin (1/11/2021) berdasarkan Undang-Undang Publikasi yang Tidak Diinginkan Singapura.

"Ini karena publikasi tersebut memuat gambar-gambar ofensif yang merendahkan agama, termasuk reproduksi kartun Nabi Muhammad oleh Charlie Hebdo, yang menyebabkan protes dan kekerasan di luar negeri," jelas IMDA.

Baca Juga: 12 Tahun Menunggu Kejelasan Hukuman, WN Malaysia Divonis Mati Di Singapura

Pihak berwenang menambahkan bahwa buku tersebut, yang diterbitkan pada bulan Agustus, juga berisi referensi merendahkan agama Hindu dan Kristen.

Buku tersebut ditulis oleh Dr Cherian George, seorang dosen studi media di Hong Kong Baptist University, dan novelis grafis Sonny Liew, dan telah didistribusikan di negara-negara lain seperti Amerika Serikat.

Buku ini mengkaji kartun politik dari seluruh dunia dan menjelaskan berbagai motivasi dan metode penyensoran kartun.

Bersama Kementerian Kebudayaan, Masyarakat dan Pemuda serta Kementerian Dalam Negeri, IMDA mengidentifikasi 29 gambar yang tidak pantas.

"Anggota masyarakat dihimbau untuk tidak membagikan gambar ofensif yang merendahkan agama dan tokoh agama," kata IMDA.

Baca Juga: Cantumkan Kartun Nabi Muhammad, Singapura Larang Buku Ini Beredar

IMDA menjelaskan jika buku tersebut dapat didistribusikan ke Singapura jika gambar yang menyinggung tersebut dihapus.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait