Surya Paloh Larang Ketum Parpol Ikut Konvensi Capres NasDem, Ini Alasannya

Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh melarang Ketum Partai Politik (Parpol) untuk mengikuti konvensi Capres yang akan diselenggarakan pada 2022.

Riki Chandra
Kamis, 28 Oktober 2021 | 14:15 WIB
Surya Paloh Larang Ketum Parpol Ikut Konvensi Capres NasDem, Ini Alasannya
Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh saat pada Pembukaan Kongres II Partai NasDem, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Jumat malam (8/11/2019). (Suara.com / Stephanus Aranditio)

SuaraSumbar.id - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh melarang Ketum Partai Politik (Parpol) untuk mengikuti konvensi Capres yang akan diselenggarakan pada 2022.

Konvensi ini merupakan tawaran dari NasDem untuk mencari figur-figur terbaik bangsa untuk dicalonkan menjadi presiden. Sebagai Ketum Parpol, Surya Paloh sendiri tidak tertarik mencalonkan diri sebagai Capres.

"NasDem kebetulan ketua umumnya tidak tertarik untuk dia ikut jadi peserta konvensi kan. Dan memang sebaiknya kalau ada konvensi dilakukan ketua umum partai yang ikut ya sebaiknya jangan ikut," kata Paloh, dikutip dari Suara.com, Kamis (28/10/2021).

Paloh mengatakan apabila ketua umum partai juga ikut menjadi peserta konvensi dikhawatirkan ada benturan dengan konflik kepentingan.

Baca Juga:Rawan Konflik Kepentingan, Surya Paloh Larang Ketum Parpol Ikut Konvensi NasDem

Apalagi tujuan konvensi sendiri untuk menghadirkan figur-figur terbaik bangsa yang tidak hanya terbatas pada sosok fungsionaris partai politik.

"Kan Nasdem menawarkan. Kalau kita mau cari pilihan-pilihan tidak terbatas satu dan dua, putra-putra terbaik anak bangsa ini untuk menawarkan dirinya menjadi pemimpin bangsa ini konvensi sebetulnya salah satu jalan yang paling bagus dan ini terbuka," tutur Paloh.

Menunggu Koalisi Terbentuk

Partai Nasdem berencana menggelar konvensi calon presiden pada 2022. Konvensi capres yang menjadi amanat kongres Nasdem itu bakal digelar bila koalisi partai telah terbentuk.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Ahmad Ali menyatakan bahwa konvensi bukan untuk pencitraan atau peningkatan elektabilitas saja.

Baca Juga:Surya Paloh Ingin Gelar Konvensi Capres Bila Koalisi Partai Telah Terbentuk

"Konvensi adalah ajang mencari pemimpin negeri ini, kader terbaik yang dimiliki bangsa ini. Maka prasyarat itu (koalisi) harus terpenuhi," kata Ali kepada wartawan, Kamis.

Ali menuturkan, Surya Paloh selaku Ketua Umum NasDem diberikan amanat penuh untuk menentukan arah koalisi.

Lebih lanjut, kata Ali, karena sifat konvensi adalah menyiapkan panggung, jadi ketika koalisi terbentuk namanya menjadi konvensi koalisi.

Menurutnya, konvensi akan berjalan menarik lantaran bisa memfasilitasi orang-orang potensial dan mempunyai mimpi untuk membangun negeri memperoleh kesempatan, tidak dimonopoli oleh kader parpol saja.

"Budayawan, akademisi, aktivis, silakan saja. Kami tidak bisa mengklaim bahwa hanya orang partai yang terbaik atau berhak membangun negeri ini. Semua anak negeri punya hak yang sama membangun negeri ini," tuturnya.

Untuk diketahui, pada Pemilu 2019 Partai Nasdem meraih 9,05 persen atau 12.661.792 suara. NasDem membutuhkan satu hingga dua partai untuk memenuhi syarat presidential treshold sebesar 20 persen parlemen atau 25 persen perolehan suara.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini