Heboh Kemunculan Video Porno Saat Ujian Siswa Via Google Met, Orang Tua Geram

Kemunculan video porno saat ujian via Google Meet mengejutkan para siswa kelas 2 sekolah menengah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Riki Chandra
Minggu, 17 Oktober 2021 | 20:03 WIB
Heboh Kemunculan Video Porno Saat Ujian Siswa Via Google Met, Orang Tua Geram
Ilustrasi video porno (Unsplash/Charles Deluvio)

SuaraSumbar.id - Kemunculan video porno saat ujian via Google Meet mengejutkan para siswa kelas 2 sekolah menengah di Kuala Lumpur, Malaysia.

Mengutip Suara.com, Minggu 17/10/2021), dua orang tua siswa mengatakan, insiden itu terjadi ketika siswa mengikuti ujian desain dan teknologi (RBT) yang dilakukan melalui platform Google Meet.

Kedua orang tua yang tidak ingin disebutkan namanya tersebut mengatakan kepada FMT, jika guru segera memerintahkan siswa untuk keluar dari kelas online tersebut.

Insiden tersebut cukup membuat frustrasi para orang tua, siswa, maupun guru, karena mereka tidak mengetahui siapa yang membagikan video porno tersebut.

Baca Juga:Siswa SMP di Malaysia Dihebohkan Kemunculan Video Porno saat Ujian Online

Orang tua mengatakan video porno tersebut hanya bisa dilakukan oleh seseorang yang memiliki akses sebagai host kelas online itu.

"Kami tidak yakin bagaimana ini bisa terjadi. Kami pikir kelas (di Google Meet) mungkin telah diretas," kata salah satu orang tua.

"Beberapa orang tua di grup obrolan WhatsApp telah menyarankan untuk melaporkan indisen tersebut kepada polisi," tambahnya.

Salah satu orang tua murid mengatakan video porno itu adalah kasus besar di bawah Undang-Undang Pelanggaran Seksual Terhadap Anak 2017 dan Undang-Undang Komunikasi dan Multimedia 1998.

"Moral anak-anak kita sedang dihancurkan. Saya berharap guru bisa membuat laporan polisi dan juga melaporkan ini ke Malaysian Communications and Multimedia Commission (MCMC). Jika ada bukti bahwa siswa terlibat, mereka tidak boleh diberi ampun," jelasnya.

Baca Juga:Marcus/Kevin Mengaku Puas Balas Kekalahan atas Pasangan Malaysia Ini

Kasus tersebut juga menarik perhatian para anggota parlemen setempat dan menuntut Kementerian Pendidikan untuk menyelidikinya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini