Bupati Solok Singgung Penyaluran Vaksin Lewat Provinsi: Kenapa Tak Langsung ke Kami

Bupati Solok Epyardi Asda mengakui pencapaian vaksinasi di Sumbar memang belum maksimal, termasuk di daerah yang dipimpinnya, yakni Kabupaten Solok.

Riki Chandra
Senin, 27 September 2021 | 18:23 WIB
Bupati Solok Singgung Penyaluran Vaksin Lewat Provinsi: Kenapa Tak Langsung ke Kami
Bupati Solok Epyardi Asda saat memberikan paparan soal vaksinasi dalam kegiatan webinar Suara.com, Senin (27/9/2021). [Dok.Suara.com]

SuaraSumbar.id - Capaian vaksinasi yang rendah di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) menjadi sorotan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Atas kondisi tersebut, seluruh daerah di Sumbar didesak untuk memaksimalkan pencapaian vaksinasi.

Bupati Solok Epyardi Asda mengakui pencapaian vaksinasi di Sumbar memang belum maksimal, termasuk di daerah yang dipimpinnya, yakni Kabupaten Solok.

Menurutnya, salah satu cara mempercepat capaian langsung adalah dengan menyalurkan vaksin langsung kepada kepala daerah masing-masing, bukan melalui provinsi.

"Kami mempertanyakan, kenapa kok (pemerintah) pusat memberikan kepada provinsi dan kenapa tidak langsung kepada kami sebagai kepala daerah walaupun kami tahu bahwa provinsi adalah perwakilan pemerintah pusat yang ada di daerah," katanya dalam kegiatan wabinar yang digelar Suara.com, Senin (27/9/2021).

Baca Juga:Banjir Bandang Terjang Kinali Pasaman Barat, 1 Jembatan Ambruk, 2 Rumah Rusak Parah

Mantan Anggota DPR RI itu mengklaim bahwa saat ini antusias masyarakat Solok sangat tinggi untuk menerima vaksin. Namun, realisasinya lambat lantaran stok vaksinnya sering terputus-putus.

"Saat masyarakat saya sadar untuk vaksin, malah vaksinnya yang nggak ada. Pengiriman stok kan dari provinsi. Bahkan sampai satu bulan terputus," katanya.

Menurutnya, berjalannya capaian vaksinasi di Kabupaten Solok tidak terlepas dari desakan kepala daerah yang mewajibkan semua wali nagari (kepala desa) untuk menyosialisasikan vaksin tersebut aman dan tidak berbahaya seperti berita hoaks yang bertebaran di medsos.

"Dengan kebijakan itu, Alhamdulilah masyarakat berduyun-duyun untuk vaksin. Sementara ASN kita sudah 100 telah suntik vaksin," katanya.

Di lain hal, Epyardi juga sangat menyayangkan tempat untuk melakukan swab hanya di dua daerah di Sumbar yakni Kota Padang dan Kota Bukittinggi. Sehingga menyulitkan masyarakat untuk melakukan swab.

Baca Juga:Seorang Gadis di Padang Nyaris Diperkosa Driver Ojek Online, Lehernya Dicakar

"Kenapa kami juga tidak diberi kewenangan dan fasilitas untuk melakukan swab sendiri. Sumbar hanya dua tempat swab dan itupun aksesnya jauh dari tempat kami," katanya.

Kontributor : B Rahmat

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini