Masih Pandemi Covid-19, Gubernur Sumbar Didesak Tunda Tour de Singkarak 2021

Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi didesak untuk menunda gelaran kompetisi balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2021.

Chandra Iswinarno
Jum'at, 27 Agustus 2021 | 16:17 WIB
Masih Pandemi Covid-19, Gubernur Sumbar Didesak Tunda Tour de Singkarak 2021
Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumatera Barat bertemu Gubernur Mahyeldi Ansharullah mendesak agar Tour de Singkarak 2021 ditunda. [Antara]

SuaraSumbar.id - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi didesak untuk menunda gelaran kompetisi balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2021. 

Desakan tersebut disampaikan Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar. Lembaga tersebut mengatakan, permintaan penundaan tersebut lantaran pelaksanaannya berlangsung di tengah Pandemi Covid-19.

"Penyelenggaraan TdS jika tetap diadakan pada tahun ini di satu sisi akan bisa menjadi ajang promosi Sumatera Barat, namun di sisi lain ini juga akan memiliki dampak terhadap penanganan Covid-19 oleh sebab itu kami memberikan rekomendasi untuk ditunda atau dibatalkan," kata Koordinator Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar Prof Musliar Kasim di Padang pada Jumat (27/8/2021).

Dikemukakan Musliar, rekomendasi hasil rapat pleno Majelis Pertimbangan Kelitbangan soal TdS 2021 telah diterima langsung Gubernur Mahyeldi Ansharullah.

Baca Juga:Agar Tak Jadi Cluster Baru, Tour de Singkarak 2021 Adopsi Pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020

Musliar mengemukakan, even TdS akan menyebabkan berkumpulnya sejumlah orang yang datang dari luar Sumatera Barat yang berpotensi menciptakan penyebaran virus lebih banyak.

"Apalagi berdasarkan data 25 Agustus 2021 positivity rate Sumbar masih tinggi mencapai 12,94 persen dengan 85.130 kasus positif," kata dia

Selain itu, dia menilai rendahnya tingkat vaksinasi di Sumatera Barat memperlambat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

Sementara potensi yang tinggi dari even TdS 2021 dalam menimbulkan kerumunan hingga pengabaian protokol kesehatan yang berpotensi menciptakan klaster baru dan menghambat upaya penanganan pandemi.

Kemudian ia menyoroti datangnya pebalap sepeda beserta tim official dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara ke Sumatera Barat berpotensi menimbulkan risiko a mutasi virus yang dapat mempersulit penanganan pandemi.

Baca Juga:Tour de Singkarak 2021 Bakal Adopsi Sistem Olimpiade Tokyo

Sejalan dengan itu, Sekretaris Majelis Pertimbangan Kelitbangan Sumbar Dr Muhammad Irfan menilai dari sisi psikososial masyarakat even TdS 2021 yang mengundang masuknya wisatawan asing.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini