alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Nggak Bangun-bangun Selama 25 Hari, Pria Ini Makan dan Dimandikan Saat Tertidur

Riki Chandra Minggu, 18 Juli 2021 | 09:10 WIB

Nggak Bangun-bangun Selama 25 Hari, Pria Ini Makan dan Dimandikan Saat Tertidur

Pria yang mendapat julukan 'Kumbhakarna' tersebut dapat tidur selama 20-25 hari sebulan, atau 300 hari dalam setahun.

SuaraSumbar.id - Seorang pria yang mengalami gangguan kesehatan tidur selama 20-25 hari. Kejadian ini terjadi di India. Bahkan, pria bernama Purkharam itu harus dimandikan dan makan dalam kondisi tertidur.

Dilansir dari Indian Express Sabtu (17/7/2021), Purkharam tinggal di distrik Nagaur Rajasthan. Dia dilaporkan mengalami kondisi medis langka yang disebut Axis Hypersomnia.

Pria yang mendapat julukan 'Kumbhakarna' tersebut dapat tidur selama 20-25 hari sebulan, atau 300 hari dalam setahun.

Pria 42 tahun tersebut bahkan hanya mampu membuka usaha toko kelontongnya lima hari dalam sebulan, menurut laporan Zee News.

Baca Juga: Wamenkes: Keterisian Bed Pasien Covid-19 di RS Jakarta Sudah Mulai Flat

Kondisi Purkharam sudah diketahui 23 tahun yang lalu dan telah memengaruhi hidupnya. Bahkan anggota keluarganya mengungkapkan jika ia harus memandikan dan memberinya makan saat dia tidur.

The India Times melaporkan bahwa pria itu awalnya bisa tidur 7 hingga 8 hari. Namun kondisinya memburuk seiring waktu dan dia sekarang diduga tidur selama 20 hingga 25 hari berturut-turut.

Hipersomnia aksis dapat digambarkan sebagai gangguan tidur neurologis kronis yang menyebabkan kantuk di siang hari atau lama tidur yang melebihi 9 jam.

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information (NCBI), hipersomnia memengaruhi empat hingga enam persen populasi.

Medical News Today menyebutkan bahwa orang yang menderita gangguan ini mungkin juga mengalami kesulitan bangun, bahkan jika mereka sudah memasang alarm.

Baca Juga: Pria India Tidur hingga 25 Hari Nggak Bangun-bangun, Ternyata Ini Pemicunya

Orang yang menderita hipersomnia memerlukan terapi perilaku serta obat-obatan untuk tetap terjaga. Faktanya, tanpa perawatan medis yang tepat, kondisi ini dapat secara signifikan memengaruhi kehidupan sehari-hari dan menyebabkan komplikasi lebih lanjut. (Suara.com)

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait