Ikut Campur Soal Taiwan, China Ultimatum Jepang dan AS

China langsung merespon dan menegaskan bahwa tak akan memberikan ruang sedikit pun atas campur tangan asing terkait Taiwan.

Riki Chandra
Rabu, 07 Juli 2021 | 12:18 WIB
Ikut Campur Soal Taiwan, China Ultimatum Jepang dan AS
Ilustrasi bendera China. (Foto: Shutterstock)

SuaraSumbar.id - Pejabat China geram dengan pernyataan Wakil Perdana Menteri Jepang Aso Taro pada Senin (5/7/2021). Aso Taro menyatakan negaranya dapat mengambil tindakan jika China menginvasi Taiwan.

China langsung merespon dan menegaskan bahwa tak akan memberikan ruang sedikit pun atas campur tangan asing terkait Taiwan.

“Kami tidak akan pernah mengizinkan negara mana pun untuk ikut campur dalam masalah Taiwan dengan cara apa pun. Tidak ada yang boleh meremehkan tekad, kemauan dan kekuatan rakyat China untuk menjaga kedaulatan nasional,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, sebagaimana diwartakan kantor berita Anadolu, Selasa.

China menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri. Sementara Taiwan bersikeras untuk merdeka sejak 1949 dan memiliki hubungan diplomatik penuh dengan setidaknya 16 negara.

Baca Juga:Warga AS yang Divaksin Bakal Tembus 160 Juta, Biden Kini Fokus Hadapi Varian Delta

“Jika terjadi peristiwa besar [di Taiwan], tidak aneh sama sekali jika menyentuh situasi yang mengancam kelangsungan hidup. Jika itu masalahnya, Jepang dan AS harus membela Taiwan bersama-sama,” kata Taro.

Zhao menilai pernyataan Taro sangat salah dan berbahaya serta akan merusak fondasi politik hubungan China-Jepang.

Peningkatan hubungan antara Taiwan dan negara-negara barat, termasuk Amerika Serikat dan sekutunya, telah membuat China marah.

Beijing menilainya sebagai provokasi, yang juga menyebabkan keterlibatan militer udara dan laut yang intens antara militer China dan Amerika di Laut China Selatan.

Namun, dalam laporan terbarunya, Inisiatif Penyelidikan Situasi Strategis Laut China Selatan (SCSPI) yang berbasis di Beijing mengungkapkan penurunan signifikan dalam penerbangan pengintaian AS di atas Laut China Selatan bulan lalu.

Baca Juga:Soal TKA China Masuk Indonesia, Fadli Zon: Inilah Contoh Arogansi Kekuasaan

Data yang dirilis oleh SCSPI menunjukkan bahwa AS hanya melakukan 36 penerbangan seperti itu, turun drastis dari 72 pada Mei.

Sementara itu, China mengklaim AS telah menolak visa bagi hampir 500 pelajar China.

“China telah menyatakan keprihatinan serius dan mengajukan perwakilan serius ke AS atas penolakan visa kepada 500 pelajar China,” kata Zhao.

September lalu, China mengecam keputusan AS untuk mencabut visa lebih dari 1.000 pelajar dan cendekiawan China yang dianggap sebagai risiko keamanan.

Permusuhan antara raksasa ekonomi dunia itu telah menyebar ke berbagai bidang dalam beberapa tahun terakhir, termasuk perdagangan, teknologi dan akademisi. (Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini