Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Dini

Kesulitan tidur yang dilaporkan oleh peserta dalam penelitian itu kemudian dibandingkan dengan catatan medis masing-masing peserta.

Riki Chandra
Senin, 21 Juni 2021 | 10:15 WIB
Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Dini
Ilustrasi gangguan tidur. (Sumber: Shutterstock)

SuaraSumbar.id - Orang dewasa yang mengalami kesulitan tidur atau sering terbangun di malam hari berisiko tinggi terkena demensia atau meninggal lebih awal karena sebab apa pun.

Penelitian yang dilakukan oleh Harvard Medical School menunjukan bahwa kualitas tidur sangat berperan dalam kesehatan saraf secara jangka panjang.

Penulis studi Rebecca Robbins mengatakan bahwa perlu kualitas tidur setiap malam yang berkontribusi mengurangi risiko jangka panjang terhadap penurunan kognitif saraf dan semua penyebab kematian.

Tergantung pada usia, secara rata-rata, setiap orang harusnya tidur antara 7 hingga 10 jam setiap malam. Studi yang diterbitkan baru-baru ini di Journal of Sleep Research itu menganalisis data yang dikumpulkan oleh National Health and Aging Trends Study (NHATS), dana juga melakukan wawancara langsung tahunan dengan sampel perwakilan nasional dari 6.376 penerima Medicare.

Baca Juga:Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Demensia dan Kematian Lebih Awal

Data antara 2011 hingga 2018 diperiksa untuk studi baru, fokusnya pada orang-orang dalam kategori risiko tertinggi dengan masalah tidur hampir setiap malam.

Kesulitan tidur yang dilaporkan oleh peserta dalam penelitian itu kemudian dibandingkan dengan catatan medis masing-masing peserta.

"Kami menemukan hubungan yang kuat antara seringnya sulit tidur dan terbangun di malam hari dengan demensia juga kematian dini dari sebab apa pun. Bahkan setelah kami mengendalikan hal-hal seperti depresi, jenis kelamin, pendapatan, pendidikan, dan kondisi kronis," kata Robbins dikutip dari CNN.

Orang yang sulit tidur hampir setiap malam memiliki sekitar 44 persen peningkatan risiko kematian dini dari penyebab apa pun, demikian studi tersebut menemukan.

Mereka yang mengatakan bahwa mereka sering terbangun di malam hari dan berjuang untuk kembali tidur memiliki risiko yang agak lebih tinggi, peningkatan risiko kematian dini sebesar 56 persen dari sebab apa pun.

Baca Juga:WHO: Kerja Lebih dari 55 Jam per Minggu Picu Kematian Dini

Sementara orang yang dilaporkan secara rutin mengalami kesulitan tidur memiliki 49 persen peningkatan risiko demensia. Dan mereka yang sering terbangun di malam hari dan mengalami kesulitan tidur kembali memiliki 39 persen peningkatan risiko demensia.

"Kami menemukan 56 persen peningkatan risiko demensia dan risiko 80 persen lebih besar dari semua penyebab kematian selama delapan tahun berikutnya di antara mereka yang mengalami kedua kesulitan tidur bersamaan," kata Robbins.

Ilmu kedokteran tidak memiliki obat untuk demensia saat ini, tetapi ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko tersebut.

Para ahli menyarankan untuk berhenti merokok, batasi asupan alkohol, makan makanan yang bergizi seimbang, olahraga, tetap aktif secara mental, dan menjaga tekanan darah juga kadar kolesterol tetap terkendali adalah cara terbaik untuk menjaga otak dan tubuh tetap sehat.

Gangguan tidur juga harus diatasi untuk menjaga otak. Para ahli menyebutnya kebersihan tidur, dan menyarankan pengaturan rutinitas waktu tidur yang dirancang untuk bersantai dan menenangkan. Cara itu mencakup tidak ada TV, smartphone, atau perangkat pemancar cahaya biru lainnya setidaknya satu hingga dua jam sebelum tidur.

Tips lainnya termasuk memiliki tempat tidur dan bantal yang nyaman, menjaga kamar tidur tetap sejuk, tenang dan gelap. Juga menghindari kafein dan alkohol selama berjam-jam sebelum tidur. (Suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini