alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kentut di Hidung Jemaah, Cara Unik Pendeta Ini Obati Orang Sakit

Riki Chandra Sabtu, 03 April 2021 | 09:15 WIB

Kentut di Hidung Jemaah, Cara Unik Pendeta Ini Obati Orang Sakit
Ilustrasi orang kentut. (Shutterstock)

"Ini dimulai dengan Master Yesus ketika dia menginjak Petrus. Itu adalah demonstrasi kekuatan Tuhan," kata pendeta itu.

SuaraSumbar.id - Seorang pendeta di Afrika Selatan mengaku bisa mengobati orang sakit dengan cara unik, yakni duduk di kepala pasien dan kentut tepat di wajahnya atau dibagian lubang hidung.

Menyadur Times Now News Jumat (02/04), proses penyembuhan mencengangkan itu disebut bisa menyembuhkan semua masalah spiritual dan fisik.

Pastor Christ Penelope, dari SevenFold Holy Spirit Ministries di Desa Siyandani, Limpopo, Afrika Selatan langsung menjadi bahan pebicaraan hangat karena hal ini.

Seorang peserta yang mengunjungi gereja mengeluh, "Ketika kita datang ke gereja itu karena kita membutuhkan doa, bukan untuk kentut."

Baca Juga: Heboh Pendeta Kentuti Lubang Hidung Jemaah untuk Sembuhkan Orang Sakit

Sementara keluhan terus berdatangan, Pendeta Penelope tetap mempertahankan metodenya dan bersikeras bahwa dia hanya mendemonstrasikan kuasa Tuhan.

"Ini dimulai dengan Master Yesus ketika dia menginjak Petrus. Itu adalah demonstrasi kekuatan Tuhan. Sama seperti Tuhan membuat Adam tertidur lelap, itu adalah hal yang serupa, "kata pendeta itu pada majalah Drum Afrika Selatan.

Menurut pendeta, kentut di dekat lubang hidung orang itu penting agar 'kekuatan penyembuhan' bisa masuk ke dalam tubuh untuk melakukan tugasnya.

Anehnya, banyak orang menunggu hingga dua bulan untuk bertemu dengannya agar bisa dikentuti. Beberapa bahkan mengumpulkan kentutnya dalam wadah.

Namun, pendeta lainnya jelas tidak setuju dengan metode penyembuhan Pendeta Penelope.

Baca Juga: Cabuli Wanita Saat Tidur, Wajah Pendeta Hancur Dipukuli Keluarga Korban

"Ini salah. Tidak ada tempat yang Tuhan katakan duduk di atas orang dan mereka akan disembuhkan. Pendeta harus mempraktikkan apa yang ada di dalam Alkitab, bukan apa yang mereka pikir," ujar Pendeta Jacob Sibiya dari Kagiso.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait