facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mentawai Diguncang Gempa, Keluarga Pasien RSUP M Djamil Padang Berhamburan

Riki Chandra Jum'at, 05 Maret 2021 | 16:50 WIB

Mentawai Diguncang Gempa, Keluarga Pasien RSUP M Djamil Padang Berhamburan
Sejumlah keluarga pasien RSUP M Djamil Padang yang berhamburan keluar karena guncangan gempa. [Suara.com/B. Rahmat]

"Mereka keluar melalui jalur evakuasi yang telah disediakan di rumah sakit," katanya.

SuaraSumbar.id - Gempa bumi berkekuatan 5,7 magnitudo mengguncang Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, pukul 14.32 WIB, Jumat (5/3/2021). Getaran gempa jenis tektonik terasa cukup keras.

Bahkan, keluarga dan pasien yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, berhamburan keluar bangunan.

Salah seorang keluarga pasien RSUP M Djamil Padang, Clara (25) mengatakan, dia sedang berada di lantai II Gedung Instalasi Perawatan Anak saat gempa bumu terjadi.

"Anak saya baru siap menjalani perawatan. Kejadiannya ketika saya melakukan kontrol dan keperluan untuk mengambil obat untuk anak saya," katanya, Jumat (5/3/2021).

Baca Juga: Pesisir Selatan Jawa Berpotensi Gempa dan Tsunami

Menurutnya, guncangannya gempa cukup terasa kuat. Tak hanya Clara, orang-orang yang berada di dalam gedung RSUP M Djamil Padang juga berlarian keluar.

Hal itu juga dibenarkan Pejabat Pemberi Informasi RSUP M Djamil Padang, Gustafianof.

"Mereka keluar melalui jalur evakuasi yang telah disediakan di rumah sakit," katanya.

"Sekarang kondisi sudah kembali normal dan seluruh pasien sudah kembali ke ruangannya masing-masing," tutupnya.

Hasil analisis BMKG, episenter gempa tektonik berkekuatan 5,7 magnitudo itu berlokasi di darat pada jarak 59 Km arah Barat Laut Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai di kedalaman 36 Km.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Ancaman Gempa Magnitudo 8,7 dan Tsunami di Selatan Jatim


"Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik," kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo, dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait