- Michael Hartawan menyatakan pengelolaan keuangan yang efektif memerlukan pemahaman mendalam mengenai tujuan finansial serta kapasitas dana seseorang.
- Individu perlu mengevaluasi kebiasaan pengeluaran dan prioritas keuangan agar alokasi dana memberikan manfaat jangka panjang yang optimal.
- Aplikasi Jago menyediakan fitur Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menyusun komposisi dana yang relevan dengan situasi finansial masing-masing.
SuaraSumbar.id - Mengelola keuangan bukan hanya soal berapa besar penghasilan yang dimiliki, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengalokasikan uang sesuai kebutuhan, prioritas, dan tujuan hidupnya.
Banyak orang masih beranggapan bahwa memiliki pendapatan tinggi otomatis membuat kondisi finansial menjadi lebih baik.
Padahal, tanpa perencanaan yang matang, penghasilan besar pun dapat habis tanpa memberikan manfaat jangka panjang.
Head of Retail Banking Brand & Marketing Michael Hartawan mengatakan, perlunya mengenali tujuan finansial, kebiasaan menggunakan uang, kapasitas keuangan, serta tingkat kepercayaan diri dalam mengelola dana sebelum menyusun alokasi dana.
"Setiap orang memiliki tujuan dan cara mengelola uang yang berbeda," katanya, melansir Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
"Untuk itu kami menghadirkan Inspirasi Kantong untuk membantu pengguna menemukan ide komposisi kantong yang sesuai dan relevan dengan situasi dan keuangan personal mereka di Aplikasi Jago," sambungnya.
Ia mengatakan bahwa etiap orang memiliki prioritas yang berbeda, sehingga memerlukan pengalokasian dana yang berbeda pula.
Menurut Michael, langkah pertama dalam pengelolaan keuangan adalah memahami tujuan yang ingin dicapai, baik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyiapkan dana darurat, menabung, maupun menetapkan target jangka panjang.
Selain itu, perlunya seseorang mengevaluasi kebiasaan dalam menggunakan uang, termasuk pola pengeluaran dan kemampuan menyisihkan sebagian pendapatan.
Penilaian kapasitas finansial bermanfaat dalam pengalokasian dana untuk memenuhi berbagai kebutuhan berdasarkan kondisi keuangan.
Michael mengatakan bahwa tingkat kepercayaan diri dalam mengelola uang juga dapat memengaruhi keputusan finansial.
Pemahaman mengenai tujuan dan kapasitas finansial memungkinkan orang untuk mengatur alokasi dana sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan mereka.
Berita Terkait
-
Siklus Finansial Gen Z: Gaji Belum Masuk, Tagihan Sudah Antre Paling Depan
-
Traveling atau Menambah Tabungan? Dilema Gen Z saat Punya Uang Lebih
-
Purbaya: Defisit APBN 2026 Diproyeksikan Membengkak
-
Purbaya Kasih Bukti Ekonomi RI Tetap Kuat di Pertengahan Tahun 2026
-
Purbaya Janji Tak Ada Kenaikan Pajak, Pegawai DJP Diminta Kerja Lebih Keras
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
Terkini
-
Rumah Dekat Jalan Raya Tingkatkan Risiko Gangguan Pernapasan pada Anak
-
Pelaku Pencurian Rumah Kosong di Agam Ditangkap Saat Tidur
-
Cara Mengelola Keuangan yang Tepat, Bukan Sekadar Banyak Uang
-
Tidur Teratur Ternyata Bisa Membantu BAB Lancar Pagi Hari
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Wilayah Kepulauan, Wujud Nyata Komitmen untuk Negeri