- Ikatan Dokter Anak Indonesia memperingatkan bahwa rumah di dekat jalan raya meningkatkan risiko paparan polusi bagi kesehatan anak.
- Anak lebih rentan terhadap polutan kendaraan karena paru-paru mereka masih dalam tahap pertumbuhan dan menghirup udara lebih banyak.
- Akumulasi paparan polusi dari jalan raya serta lingkungan rumah memicu risiko infeksi pernapasan, asma, hingga penurunan fungsi paru.
SuaraSumbar.id - Polusi udara masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan para orang tua agar lebih waspada terhadap paparan polusi udara bagi anak yang tinggal di sekitar jalan raya besar maupun jalan tol.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI dr. Cynthia Centauri, Sp.A., Subsp.Respi.(K) mengatakan lokasi rumah yang berada di dekat jalan dengan lalu lintas padat membuat anak lebih mudah terpapar berbagai polutan dari kendaraan bermotor.
"Kalau punya rumah di pinggir jalan raya besar justru meningkatkan risiko polusi udara yang didapat dari debu jalanan atau traffic related air pollution (TRAP)," katanya, melansir Antara, Rabu, 8 Juli 2026.
Emisi kendaraan menghasilkan berbagai zat pencemar, seperti materi partikulat (PM), karbon hitam, nitrogen dioksida, karbon monoksida, volatile organic compounds (VOC), hingga logam berat yang dapat terhirup oleh masyarakat yang tinggal di sekitarnya.
Menurut Cynthia, anak merupakan kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara karena menghirup udara dua hingga tiga kali lebih banyak dibandingkan orang dewasa, sementara paru-parunya masih dalam tahap pertumbuhan.
Paparan polusi tidak hanya berasal dari jalan raya, tetapi juga dapat berasal dari lingkungan sekitar rumah, seperti pembakaran sampah, aktivitas renovasi bangunan, serta asap rokok maupun rokok elektronik.
Cynthia juga menceritakan kasus seorang anak berusia tiga tahun yang mengalami infeksi saluran pernapasan berulang setelah keluarganya pindah ke rumah baru yang berada di dekat jalan tol.
Kondisi tersebut diperberat oleh aktivitas pembakaran sampah di lingkungan sekitar, renovasi rumah tetangga, serta kebiasaan ayah yang mulai menggunakan rokok elektronik.
Menurutnya, akumulasi berbagai sumber polusi tersebut dapat meningkatkan risiko infeksi saluran pernapasan, memicu asma, bronkitis, hingga menurunkan fungsi paru pada anak.
Karena itu, Cynthia mengimbau masyarakat mengurangi sumber polusi yang dapat dikendalikan, seperti tidak membakar sampah, tidak merokok di sekitar anak, serta menghindari membawa anak ke lokasi yang sedang direnovasi.
Orang tua juga disarankan memantau kualitas udara sebelum beraktivitas di luar rumah dan menggunakan masker pada anak usia di atas tiga tahun saat kualitas udara memburuk.
"Polusi udara bukan hanya berasal dari luar rumah, tetapi merupakan akumulasi paparan dari lingkungan tempat tinggal dan aktivitas sehari-hari yang dapat berdampak pada kesehatan anak," kata Cynthia.
Berita Terkait
-
Jejak Trauma Daycare Little Aresha: Membongkar Kekerasan yang Sistematis
-
Kritik Manis PAW Patrol: The Dino Movie: Kenapa Anak-anak Harus Selalu Terlihat Berguna?
-
Dituduh Ngamuk dan Tunjuk-Tunjuk Pengacara Ruben Onsu, Sarwendah: Sebagai Ibu Wajar...
-
Bikin Skill Jadi Cuan: 5 Side Hustle yang Cocok untuk Mahasiswa dan Pekerja Muda
-
Pelayanan JKN Cepat dan Mudah, Titik Rasakan Manfaat Saat Anak Dirawat
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
- 3 Rice Cooker untuk Nasi Tahan 2 Hari dan Tidak Lengket Sesuai Klaim
- 4 Shio Beruntung Hari ini 21 Agustus 2026 yang Diprediksi Terbebas dari Masalah Keuangan
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI
-
WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia
-
BRI Borong Enam Penghargaan di Asia's Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit