Suhardiman
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:03 WIB
Dr. Dini Fronitasari, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., meluncurkan buku terbarunya.(Suara.com/istimewa)
Baca 10 detik
  • Peneliti senior AI Dr. Dini Fronitasari meluncurkan buku Strategi Scale-Up Bisnis di Jakarta pada 21 Agustus 2026.
  • Buku tersebut menyediakan panduan praktis penggunaan prompt AI bagi pelaku UMKM tanpa memerlukan latar belakang pemrograman.
  • Peluncuran buku ini bertujuan memperluas literasi AI guna meningkatkan produktivitas serta daya saing ekonomi nasional.

SuaraSumbar.id - Peneliti senior kecerdasan artifisial sekaligus teknopreneur Indonesia, Dr. Dini Fronitasari, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., meluncurkan buku terbarunya. Buku berjudul berjudul Strategi Scale-Up Bisnis: Manfaatkan Prompt AI untuk Meraih Peluang Bisnis Potensial diluncurkan di Gramedia Jalma Melawai, kawasan Blok M, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026).

Buku tersebut hadir di tengah perkembangan kecerdasan artifisial (AI) yang semakin pesat dan meningkatnya kebutuhan pelaku usaha untuk memanfaatkan teknologi secara praktis.

Buku ini tidak hanya membahas penggunaan AI, tetapi juga bagaimana pelaku usaha dapat mengarahkan teknologi tersebut untuk menghasilkan manfaat bisnis yang nyata.

Kehadiran berbagai unsur menunjukkan bahwa pemanfaatan AI bagi UMKM mulai dipandang sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi Indonesia.

Berbeda dari buku teknologi yang banyak menggunakan istilah teknis, Strategi Scale-Up Bisnis dirancang sebagai panduan praktis yang dapat digunakan pelaku UMKM tanpa harus memiliki latar belakang pemrograman.

Melalui berbagai contoh prompt yang aplikatif, pembaca diperkenalkan pada pemanfaatan AI untuk mendukung berbagai kebutuhan bisnis.

Di antaranya penyusunan strategi usaha, pembuatan konten pemasaran, pemahaman konsumen, penghitungan biaya dan peluang usaha, pengelolaan persediaan, proses rekrutmen, hingga pengambilan keputusan.

"AI tidak seharusnya menjadi teknologi yang terasa jauh atau hanya dapat dimanfaatkan oleh perusahaan besar. Bagi UMKM, AI dapat berperan sebagai mitra berpikir, membantu pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan biaya menjadi lebih cepat dan terarah," katanya.

Menurut Dini, efektivitas pemanfaatan AI tidak hanya bergantung pada kecanggihan platform yang digunakan, tetapi juga pada kemampuan pengguna dalam memberikan instruksi.

“Di era AI, jawaban menjadi semakin mudah diperoleh. Namun, kemampuan merumuskan pertanyaan yang tepat justru menjadi semakin bernilai. Jawaban boleh menjadi murah, tetapi pertanyaan yang berkualitas akan selalu mahal,” katanya.

Dini menekankan bahwa AI bukan ditujukan untuk menggantikan kreativitas, intuisi, dan pengalaman manusia. Sebaliknya, teknologi tersebut dapat berfungsi sebagai force multiplier yang memperkuat kemampuan pelaku usaha, terutama mereka yang menghadapi keterbatasan sumber daya.

"Bagi pelaku UMKM yang harus menjalankan berbagai peran sekaligus, mulai dari pemilik usaha, pemasar, administrator, pengelola keuangan hingga pengambil keputusan, AI dinilai dapat membantu mengurangi beban pekerjaan rutin," ungkapnya.

Dengan demikian, waktu dan energi pelaku usaha dapat lebih diarahkan pada inovasi, pelayanan pelanggan, serta pengembangan bisnis.

“AI tidak akan menggantikan pengusaha. Namun, pengusaha yang mampu memanfaatkan AI berpotensi menggantikan mereka yang memilih untuk tidak beradaptasi,” ujarnya.

Ia menilai keunggulan bisnis pada masa mendatang tidak hanya ditentukan oleh besarnya modal atau kepemilikan teknologi canggih.

Load More