- Prakriti Poddar menyatakan bahwa rutinitas padat gaya hidup modern sering menyebabkan kelelahan mental yang perlu segera diatasi.
- Tanda kelelahan meliputi perasaan lelah saat bangun, kesulitan melakukan tugas sederhana, hilangnya fokus, serta munculnya gejala fisik.
- Mengabaikan sinyal tubuh tersebut dapat memicu kelelahan ekstrem atau burnout, sehingga diperlukan pemulihan holistik untuk memulihkan kapasitas diri.
SuaraSumbar.id - Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, banyak orang terbiasa menjalani rutinitas padat dari pagi hingga malam tanpa benar-benar memberi kesempatan tubuh dan pikiran untuk pulih.
Tekanan pekerjaan, aktivitas digital tanpa henti, hingga tuntutan kehidupan sosial sering membuat seseorang terus bergerak tanpa menyadari bahwa kondisi mentalnya sedang berada di ambang kelelahan.
Menurut Kepala Global Kesehatan Mental dan Kesejahteraan di Roundglass Living Prakriti Poddar, tubuh sebenarnya dapat membagikan tanda-tanda kelelahan dan butuh istirahat tidak hanya sekadar tidur, tetapi juga secara mental. Beberapa tanda tersebut yakni:
Bangun dengan perasaan lelah meski sudah tidur nyenyak
Prakriti menyoroti bahwa salah satu tanda kelelahan mental yang paling umum adalah bangun dengan perasaan lelah bahkan setelah tidur semalaman penuh.
Ini sering terjadi karena pikiran tidak secara otomatis mati ketika tubuh beristirahat. Efek “masuk terakhir, keluar pertama” berarti hal terakhir yang kita pikirkan sebelum tidur menjadi apa yang kita renungkan sepanjang malam, mencegah tidur nyenyak dan memulihkan.
Pemulihan sejati terjadi ketika kita menghilangkan tekanan untuk menjadi sempurna dan fokus pada apa yang benar-benar terasa mendukung saat ini.
Hal-hal kecil yang dilakukan terasa berat secara emosional
Orang yang membutuhkan istirahat mental juga mengalami masa di mana pikiran terlalu terbebani, sehingga saat melakukan tugas-tugas sederhana pun bisa terasa berat.
Baca Juga: Waspada! Merokok Sesekali Tetap Berbahaya dan Bisa Picu Penyakit Serius
"Anda mungkin menyadari diri anda menjadi sangat mudah tersinggung atau tidak sabar,” kata Prakirit.
Ketidaknyamanan kecil dan tanggung jawab sehari-hari tiba-tiba mulai terasa lebih sulit daripada seharusnya. Ini bukan kemalasan atau kelemahan. Ini adalah tanda bahwa kapasitas emosional Anda telah habis.
Sulit fokus pada hal-hal sederhana
Tanda utama lainnya adalah kelelahan kognitif, atau yang banyak orang sebut sebagai kabut otak: kesulitan berkonsentrasi, pelupa, kurangnya kejelasan, atau merasa pikiran kacau sepanjang hari.
Menurutnya, otak kita saat ini terlalu terstimulasi seperti sebelumnya. Multitasking yang konstan dan kebisingan digital menyisakan sedikit ruang untuk ketenangan mental. Pikiran membutuhkan pemulihan seperti halnya otot.
Praktik seperti mindfulness, pernapasan dalam, menulis jurnal, yoga, atau bahkan menemukan beberapa momen tenang tanpa layar dapat membantu otak melambat dan mengatur ulang.
Berita Terkait
-
Layanan Dokter ke Rumah 24 Jam Jadi Alternatif Akses Kesehatan di Surabaya
-
Bagaimana Jika BPJS Kesehatan Menunggak?
-
Apakah Tunggakan Iuran BPJS Kesehatan yang Bertahun-tahun Bisa Dicicil? Begini Caranya
-
Pentingnya Kesehatan Mata Pemain Sepak Bola: Tak Hanya Diukur dari Ketajaman Penglihatan
-
Kasus ISPA Akibat Karhutla Tembus 401 Ribu, Kaltim Masih Terus Meningkat
Terpopuler
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Cara Aktifkan Fitur End-to-End Encryption WhatsApp, Pastikan Obrolan Rahasiamu Bebas Sadap
- Jokowi: Saya Disadap, Tapi Saya Diam Saja
- Sejumlah Jenderal Diperiksa Propam, Ini Respons Mabes
- Jenderal Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan Tersangka Penyadapan Presiden Prabowo
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa POM TNI, Soal Penyadapan Prabowo?
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sempat Lumpuh Lima Jam Akibat Longsor, Jalur Sumbar-Riau di Limapuluh Kota Kembali Bisa Dilalui
-
Longsor Timbun Badan Jalan di Pangkalan Limapuluh Kota, Akses Sumbar-Riau Ditutup
-
Mahasiswa Asal Padang Diduga Terlibat Perdagangan Orang dan Eksploitasi Seksual Anak
-
Pesta Pernikahan di Padang Berujung Petaka, 20 Warga Diduga Keracunan
-
Sungai Lubuak Lakuak Meluap, Banjir Bandang Rendam Empat Jorong di Pandai Sikek