- Warga Nagari Galugur, Limapuluh Kota menambang emas di Sungai Batang Kampar akibat anjloknya harga komoditas gambir sejak April 2026.
- Polres Limapuluh Kota mengedepankan pendekatan persuasif karena penambangan dilakukan secara tradisional tanpa bahan kimia berbahaya demi memenuhi kebutuhan ekonomi.
- Polsek Kapur IX terkendala akses geografis sulit dalam pengawasan, namun mencatat penurunan angka kriminalitas selama tiga bulan terakhir.
SuaraSumbar.id - Fenomena warga menambang emas di aliran Sungai Batang Kampar, Nagari Galugur, Kecamatan Kapur IX, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar), menjadi sorotan publik. Aktivitas yang sebelumnya tidak lazim ini mendadak ramai dan bahkan viral di media sosial.
Perubahan mata pencaharian warga disebut dipicu oleh anjloknya harga komoditas gambir yang selama ini menjadi andalan ekonomi masyarakat setempat. Sejumlah warga yang sebelumnya menggantungkan hidup dari bertani gambir kini beralih ke sungai.
Dalam berbagai video yang beredar, terlihat mereka bekerja di tepian aliran air, menggunakan peralatan sederhana seperti sekop dan ember untuk mengangkat tanah yang kemudian disaring dengan alat dulang atau ayakan.
Kapolres Limapuluh Kota, AKBP Syaiful Wachid, membenarkan adanya aktivitas tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan penambangan yang dilakukan masyarakat masih bersifat tradisional dan tidak menggunakan alat berat.
“Memang informasinya aktivitas itu terpaksa dilakukan masyarakat karena harga gambir anjlok,” katanya, Selasa 7 April 2026.
Syaiful mengakui pihak kepolisian menghadapi situasi yang tidak mudah dalam menyikapi kondisi ini. Di satu sisi, aktivitas tersebut berpotensi melanggar aturan, namun di sisi lain masyarakat melakukannya demi memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami hanya bisa memberikan imbauan dan edukasi kepada masyarakat, agar dapat mencari peluang usaha di jalur lain,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa sejauh ini warga tidak menggunakan bahan berbahaya seperti merkuri dalam proses penambangan. Hal itu dinilai penting untuk mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
“Kami di posisi simalakama. Ini kepentingan hajat orang banyak yang mencari nafkah. Maka itu kami masih berupaya dalam bentuk preventif dan preemtif,” ungkap Syaiful.
Sementara itu, Kapolsek Kapur IX, AKP Rika Susanto, menyoroti kendala geografis yang menjadi tantangan dalam pengawasan aktivitas tersebut. Ia menjelaskan bahwa lokasi penambangan berada cukup jauh dari markas kepolisian, dengan jarak mencapai sekitar 42 kilometer dan hanya dapat diakses melalui jalur sungai menggunakan sampan atau perahu.
“Setiap dilakukan upaya penindakan, selalu bocor,” ujar Rika.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan jumlah personel di Polsek Kapur IX yang hanya berjumlah 18 orang, sementara wilayah yang harus diawasi tergolong luas.
Meski demikian, pihak kepolisian terus mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Selain memberikan imbauan, warga juga didorong untuk mengurus Izin Pertambangan Rakyat (IPR) agar aktivitas tersebut memiliki dasar hukum yang jelas.
“Kami satu sisi tidak tega, satu sisi harus penegakkan hukum. Jadi dilematis,” katanya.
Di balik kondisi tersebut, Rika menyebut adanya dampak lain yang cukup mengejutkan. Selama tiga bulan terakhir sejak aktivitas penambangan berlangsung, angka kriminalitas di wilayahnya justru mengalami penurunan.
Berita Terkait
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Kemegahan Budaya Ranah Minang Tersaji di Festival Minangkabau 2026
-
Sumatera Barat Masuk Peta Besar Pengembangan Jaringan Kereta Sumatra
-
Dana Pemulihan Mulai Tersalurkan, Satgas PRR Dorong K/L dan Pemda Percepat Aksi
-
Pendangkalan Sungai Hambat Aktivitas Nelayan di Padang
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Tidur Teratur Ternyata Bisa Membantu BAB Lancar Pagi Hari
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Wilayah Kepulauan, Wujud Nyata Komitmen untuk Negeri
-
Pemuda di Batam Alami Insiden Tak Terduga, Jari Tersangkut di Shock Motor Saat Iseng
-
Gen Diabetes Bukan Vonis, Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci
-
Padang Pariaman Bebaskan Denda Tunggakan PBB-P2, Warga Bisa Bayar Pajak hingga 10 Agustus