-
Jalan Sicincin–Malalak–Balingka ditutup saat mudik akibat kerusakan parah pascahujan deras.
-
Perbaikan jalan masih berlangsung di kilometer 82 sepanjang 200–300 meter.
-
Tanah labil dan rawan longsor membuat jalur belum aman.
SuaraSumbar.id - Arus perjalanan dari Padang menuju Bukittinggi melalui jalur alternatif kembali terdampak. Akibatnya, jalan Sicincin–Malalak–Balingka ditutup saat arus mudik Lebaran 2026 akibat perbaikan jalan yang rusak karena bencana hidrometeorologi.
Jalur provinsi yang menghubungkan Kota Padang dengan Bukittinggi tersebut belum dapat dilalui kendaraan umum karena kondisi jalan yang masih dalam tahap pengerjaan.
Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan bahwa jalan Sicincin–Malalak–Balingka ditutup saat arus mudik karena perbaikan masih berlangsung di beberapa titik.
Kerusakan jalan terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi melanda kawasan tersebut pada akhir November 2025 dan menyebabkan sebagian badan jalan terban.
"Jalan sedang dikerjakan di beberapa titik di kilometer 82 yang terban sepanjang 200 hingga 300 meter dampak curah hujan cukup tinggi," katanya, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, keputusan bahwa Jalan Sicincin–Malalak–Balingka ditutup saat arus mudik juga mempertimbangkan kondisi tanah di sekitar lokasi yang masih labil.
Perbaikan jalan dilakukan oleh pihak PT Hutama Karya Infrastruktur yang masih bekerja menangani kerusakan di ruas tersebut.
Selain badan jalan yang terputus, kawasan itu juga masih rawan longsor. Tanah yang belum stabil serta kondisi jalan yang licin dinilai berisiko bagi kendaraan yang melintas.
"Di lokasi sudah pernah terjadi tanah longsor dan ditambah jalan masih licin sehingga kendaraan kesulitan melewati daerah itu," katanya.
Meski ditutup untuk kendaraan umum, ruas jalan tersebut masih dapat dilalui secara terbatas oleh masyarakat setempat. Warga Kecamatan Malalak yang ingin menuju Balingka atau sebaliknya masih diperbolehkan melintas dengan kehati-hatian.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang menggunakan jalur tersebut untuk tetap waspada karena kondisi jalan belum sepenuhnya aman.
Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Agam Apriwandi Arlius mengatakan pihaknya telah memasang tanda peringatan di sejumlah titik agar pengendara tidak melewati ruas tersebut.
"Spanduk telah kita pasang, agar kendaraan tidak melewati jalan tersebut," katanya.
Spanduk pemberitahuan penutupan dipasang di Simpang Balingka dan kawasan Malalak untuk mengingatkan pengguna jalan agar memilih jalur lain selama masa perbaikan berlangsung.
Penutupan ini membuat kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi yang biasanya memanfaatkan jalur alternatif tersebut harus menggunakan rute lain hingga pekerjaan perbaikan selesai. Pemerintah daerah memastikan perbaikan terus dilakukan agar jalur itu dapat kembali digunakan masyarakat.
Tag
Berita Terkait
-
WALHI: PETI di Sumbar Sudah Hancurkan Lebih dari 10 Ribu Hektare Hutan dan Lahan
-
Dilaporkan ke Polisi, Abu Janda Bantah Hina Warga Sumbar
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
- PT Blueray Cargo Milik Siapa? Perusahaan Logistik yang Seret Raffi Ahmad dalam Kasus Suap Importasi
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Buyback Rp500 Miliar Digelar Hingga September 2026, BRI Pastikan Modal Tetap Solid
-
Petani di Pulau Simeulue Aceh Tunda Penanaman Padi, Kenapa?
-
Heboh Teror 'Pocong Begal' di Solok, Polisi Bilang Hoaks
-
JEMBATAN Soroti Persekusi Mahasiswa di PNJ dan UNP: Kampus Harus Jadi Ruang Aman Bebas Diskriminasi
-
Mau Mendaki Gunung? Ini Panduan yang Wajib Anda Ketahui