- BPOM tegaskan kabar makanan kalengan Thailand mengandung virus AIDS adalah hoaks.
- Virus HIV tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia.
- Makanan kalengan melalui proses sterilisasi sehingga aman dikonsumsi masyarakat.
SuaraSumbar.id - Beredar di media sosial dan pesan berantai kabar mengenai makanan kalengan Thailand mengandung virus AIDS.
Informasi tersebut menyebar melalui pesan broadcast yang meminta masyarakat menghentikan konsumsi makanan kalengan, khususnya buah kalengan yang disebut berasal dari Thailand.
Dalam pesan berantai itu disebutkan bahwa terdapat sekitar 200 orang pengidap HIV/AIDS yang bekerja di pabrik pengalengan makanan di Thailand.
Narasi tersebut mengklaim para pekerja tersebut memasukkan darah mereka ke dalam makanan kalengan sehingga diduga dapat menularkan penyakit kepada konsumen.
Klaim mengenai makanan kalengan Thailand mengandung virus AIDS ini kemudian disertai imbauan agar masyarakat segera menyebarkan pesan tersebut demi keselamatan bersama.
Narasi yang beredar bahkan mencantumkan sejumlah contoh produk seperti leci, rambutan, lengkeng hingga mangga puding dalam kemasan kaleng.
Pesan tersebut juga menyebutkan bahwa informasi itu berasal dari pejabat kesehatan dan telah diketahui otoritas kesehatan Thailand.
Lantas, benarkah informasi tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta Turnbackhoax, tidak ditemukan informasi kredibel tentang informasi tersebut.
Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dr Roy Sparringa, juga membantah keras informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kabar yang beredar di masyarakat merupakan informasi palsu yang sudah lama beredar.
“Itu berita hoax. Sudah lama beredar, tidak benar dan menyesatkan. Tolong hal ini diluruskan kepada masyarakat,” tutur dr Roy dalam pemberitaan.
Roy menjelaskan bahwa BPOM tidak pernah menemukan temuan seperti yang disebutkan dalam pesan berantai tersebut, termasuk adanya kandungan darah atau virus HIV pada produk makanan kalengan impor. Menurutnya, proses produksi makanan kalengan juga melalui tahapan pengolahan yang ketat.
Selain itu, ia menegaskan bahwa virus HIV tidak dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia sebagai inangnya. Kondisi tersebut membuat kemungkinan penularan melalui makanan kalengan tidak dapat terjadi.
“Virus AIDS tidak bisa bertahan di luar hostnya, yakni tubuh manusia. Darah juga kalau keluar dari tubuh kan akan kering. Apalagi makanan kaleng melalui proses sterilisasi,” lanjut dr Roy.
Proses sterilisasi dalam pengolahan makanan kaleng dilakukan dengan suhu tinggi untuk memastikan produk aman dikonsumsi. Tahapan tersebut membuat mikroorganisme berbahaya tidak dapat bertahan dalam produk yang telah diproses.
Berita Terkait
-
Thailand Akan Bangun Terusan Darat Pesaing Selat Malaka, Belajar dari Selat Hormuz
-
Trauma Rumah Dijarah, Uya Kuya Bikin Sayembara Rp1 Juta Buru Pelaku Hoaks Dapur MBG
-
Pabrikan Otomotif Jepang Hengkang dari Thailand, Indonesia Kena Imbas?
-
Wamenkomdigi: Generative AI Bikin Lansia Bingung, Konten Rekayasa Wajib Watermark
-
Ikuti Kejuaraan Internasional, Riders Pushbike Asal Sleman Raih Podium 1 di Thailand
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Gunung Lewotobi Laki-laki 6 Kali Erupsi, Muntahkan Abu hingga 1.200 Meter
-
Mendag Budi Santoso Akui Harga Minyak Goreng Naik Dipicu Kenaikan Harga Plastik
-
Pemotongan Hewan Kurban di Agam Diprediksi Mencapai 5.700 Ekor
-
BRI Tegaskan Isu Oknum Bukan Bagian Pekerjaan, Pelanggaran Kode Etik Tak Ditolerir
-
118 Hotel di Madinah Siap Tampung Jemaah Haji Indonesia