-
Mahasiswa Untidar ajarkan mitigasi bencana lewat nyanyian edukatif.
-
Siswa SDN Batung Panjang antusias ikuti sosialisasi interaktif.
-
Program berlangsung Februari 2026 di Nagari Sungai Batang.
SuaraSumbar.id - Upaya mitigasi bencana dilakukan dengan cara berbeda oleh mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) yang tergabung dalam Tim Sapa Maninjau.
Lewat pendekatan kreatif berupa nyanyian dan permainan edukatif, mitigasi bencana diperkenalkan kepada siswa SDN 31 Batung Panjang pada Sabtu (14/2/2026) lalu.
Program mitigasi bencana ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Dengan metode komunikasi interaktif, mahasiswa menghadirkan pembelajaran mitigasi bencana yang mudah dipahami dan diingat oleh siswa sekolah dasar.
Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat mahasiswa mengajarkan langkah penyelamatan diri melalui lagu sederhana.
“Kalau ada gempa, lindungi kepala. Kalau ada gempa, masuk bawah meja. Kalau ada gempa, jauhilah kaca. Kalau ada gempa, lari ke luar sana,” tutur Adhito Irsyad Pratama, Rabu (18/2/2026).
Melalui metode game, siswa diajak mengenali tanda-tanda bahaya, memahami tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi, serta mengetahui perlengkapan darurat yang perlu disiapkan. Permainan sederhana tersebut dirancang agar pesan keselamatan dapat terserap secara efektif tanpa terasa membebani.
Kepala Sekolah SDN Batung Panjang, Nofrizal Andre, menyambut positif kegiatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi sosialisasi mitigasi bencana, siswa terlihat sangat antusias, semoga para siswa juga paham tentang hal ini,” ucapnya.
Selain edukasi kebencanaan, Tim Sapa Maninjau juga memberikan sosialisasi tambahan terkait bullying bagi siswa kelas 1 hingga 3.
Sementara untuk kelas 4 hingga 6, mahasiswa mengenalkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta filtrasi air sederhana. Sekitar 90 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias.
Tim Sapa Maninjau merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Tim ini terdiri dari 52 mahasiswa lintas program studi, yakni Teknologi Pangan, Teknik Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM), Teknik Industri, dan Teknik Elektro.
Program utama yang dijalankan mencakup produksi dan implementasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, instalasi serta monitoring quality control, hingga diversifikasi produk olahan ikan nila bagi masyarakat sekitar. Kegiatan berlangsung pada 2–28 Februari 2026 dengan fokus wilayah di Nagari Sungai Batang.
Berita Terkait
-
Hening Cipta di Istana, Prabowo Ajak Rakyat Doakan Korban Bencana NTT dan Wilayah Lain
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Pamor SD Negeri di Ujung Tanduk: Krisis Siswa hingga Butuh Transformasi Pendidikan yang Mendesak
-
Ratusan Warga Mengungsi Malam Hari Usai Terjebak Banjir di Kabupaten Agam
-
Kritik Pedas Mobilisasi Siswa Batam Demi Program MBG: Menyesatkan dan Tak Mendidik
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia
-
BRI Borong Enam Penghargaan di Asia's Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit
-
BRI Perkuat Ekosistem Emas untuk Optimalkan Kekayaan Nasional
-
BRI Perkuat Ekosistem Digital Bisnis lewat Pembaruan Qlola New Skin