Riki Chandra
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:06 WIB
Mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) yang tergabung dalam Tim Sapa Maninjau saat mengedukasi pelajar di Maninjau, Kabupaten Agam. [Dok. Istimewa]
Baca 10 detik
  • Mahasiswa Untidar ajarkan mitigasi bencana lewat nyanyian edukatif.

  • Siswa SDN Batung Panjang antusias ikuti sosialisasi interaktif.

  • Program berlangsung Februari 2026 di Nagari Sungai Batang.

     

SuaraSumbar.id - Upaya mitigasi bencana dilakukan dengan cara berbeda oleh mahasiswa Universitas Tidar (Untidar) yang tergabung dalam Tim Sapa Maninjau.

Lewat pendekatan kreatif berupa nyanyian dan permainan edukatif, mitigasi bencana diperkenalkan kepada siswa SDN 31 Batung Panjang pada Sabtu (14/2/2026) lalu.

Program mitigasi bencana ini menjadi bagian dari kegiatan pengabdian mahasiswa di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Dengan metode komunikasi interaktif, mahasiswa menghadirkan pembelajaran mitigasi bencana yang mudah dipahami dan diingat oleh siswa sekolah dasar.

Salah satu momen yang menarik perhatian terjadi saat mahasiswa mengajarkan langkah penyelamatan diri melalui lagu sederhana.

“Kalau ada gempa, lindungi kepala. Kalau ada gempa, masuk bawah meja. Kalau ada gempa, jauhilah kaca. Kalau ada gempa, lari ke luar sana,” tutur Adhito Irsyad Pratama, Rabu (18/2/2026).

Melalui metode game, siswa diajak mengenali tanda-tanda bahaya, memahami tindakan yang harus dilakukan saat bencana terjadi, serta mengetahui perlengkapan darurat yang perlu disiapkan. Permainan sederhana tersebut dirancang agar pesan keselamatan dapat terserap secara efektif tanpa terasa membebani.

Kepala Sekolah SDN Batung Panjang, Nofrizal Andre, menyambut positif kegiatan tersebut. “Kami sangat mengapresiasi sosialisasi mitigasi bencana, siswa terlihat sangat antusias, semoga para siswa juga paham tentang hal ini,” ucapnya.

Selain edukasi kebencanaan, Tim Sapa Maninjau juga memberikan sosialisasi tambahan terkait bullying bagi siswa kelas 1 hingga 3.

Sementara untuk kelas 4 hingga 6, mahasiswa mengenalkan teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta filtrasi air sederhana. Sekitar 90 siswa mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Tim Sapa Maninjau merupakan bagian dari Program Mahasiswa Berdampak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Tim ini terdiri dari 52 mahasiswa lintas program studi, yakni Teknologi Pangan, Teknik Rekayasa Perancangan Manufaktur (TRPM), Teknik Industri, dan Teknik Elektro.

Program utama yang dijalankan mencakup produksi dan implementasi teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, instalasi serta monitoring quality control, hingga diversifikasi produk olahan ikan nila bagi masyarakat sekitar. Kegiatan berlangsung pada 2–28 Februari 2026 dengan fokus wilayah di Nagari Sungai Batang.

Load More