Riki Chandra
Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:48 WIB
Hoaks Donald Trump bebaskan Presiden Venezuela dengan syarat Aceh Merdeka. [Dok. TurnBackHoax]
Baca 10 detik
  • Unggahan viral klaim Trump terima imbalan pembebasan Maduro.
  • Tidak ada kutipan resmi Trump soal syarat Aceh merdeka.
  • Artikel pemeriksaan fakta menyatakan narasi itu hoaks.

SuaraSumbar.id - Klaim mengenai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang disebut-sebut akan membebaskan Presiden Venezuela dengan syarat Indonesia membolehkan Aceh merdeka, viral di media sosial.

Unggahan akun TikTok “top_leaders01” yang menyebarkan pesan itu telah menarik ribuan interaksi netizen sejak 5 Februari 2026 lalu.

Unggahan yang viral itu disertai narasi: “Ronald Trump Akan Pulangkan - Presiden Venezuela Maduro Jika Indonesia Lepaskan Aceh”.

Lantas, benarkah informasi tersebut?

Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta TurnBackHoax, tidak ditemukan laporan dari media kredibel maupun pernyataan resmi dari pemerintah AS yang mendukung klaim tersebut.

Dalam penelusuran, sejumlah berita memang membahas kebijakan luar negeri dan pendekatan Donald Trump terhadap situasi di Venezuela — termasuk ancaman terhadap pemerintahan baru negara itu serta operasi militer yang dilakukan AS. Namun semuanya tidak mencantumkan syarat apa pun yang mengaitkan isu kemerdekaan Aceh dengan pembebasan pemimpin Venezuela.

Misalnya, laporan menunjukkan demonstrasi di depan Kedutaan Besar AS di Jakarta yang menuntut pembebasan Presiden Venezuela, tetapi tidak ada kaitan dengan Aceh merdeka sebagaimana diklaim dalam unggahan itu. Selain itu, artikel lain merinci peringatan keras Trump terhadap pemimpin sementara Venezuela jika tidak memenuhi tuntutan Washington, tetapi tidak ada syarat terkait wilayah Indonesia.

Sepanjang penelusuran tidak ditemukan pernyataan Donald Trump yang menyebutkan dirinya akan membebaskan Presiden Venezuela dengan syarat Indonesia mengizinkan Aceh merdeka.

Kesimpulan

Berdasarkan fakta tersebut, narasi yang beredar merupakan informasi palsu atau hoaks yang menyebar di platform media sosial tanpa dasar bukti dari sumber resmi atau media kredibel.

Load More