- Video viral klaim Trump larang sertifikasi halal terbukti hoaks.
- Tidak ada pernyataan resmi Trump soal kebijakan halal.
- BPJPH pastikan isu pencabutan sertifikat halal tidak benar.
SuaraSumbar.id - Isu soal Donald Trump yang disebut meminta pencabutan sertifikasi halal di Indonesia ramai beredar di media sosial.
Narasi itu muncul lewat sebuah video di platform X yang mengaitkan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) tersebut dengan kebijakan sertifikasi halal di Tanah Air.
Dalam unggahan itu disebutkan, Donald Trump menilai aturan sertifikasi halal menghambat produk Amerika masuk ke pasar Indonesia. Bahkan, proses perizinan perdagangan diklaim menjadi semakin sulit akibat regulasi tersebut.
Potongan video yang viral kemudian memunculkan klaim bahwa Donald Trump secara langsung mendesak pemerintah Indonesia untuk mencabut kebijakan sertifikasi halal. Narasi tersebut menyebar luas dan menuai perhatian warganet.
Berikut narasi dalam unggahan tersebut:
“TRUMP SEMAKIN KURANG AJAR MEMINTA AGAR INDONESIA MENCABUT LARANGAN SERTIFICATE HALAL 'jebakan” sdh mulai terlihat'
TRUMP DIKLAIM MINTA RI CABUT SERTIFIKAT HALAL”
Lantas, benarkah kabar tersebut?
Berdasarkan penelusuran tim Cek Fakta, tidak ditemukan pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat maupun laporan dari media kredibel yang membenarkan klaim tersebut.
Video yang beredar diketahui identik dengan rekaman kunjungan Trump ke Machine Shed Restaurant di Urbandale, Iowa.
Rekaman itu diunggah oleh kanal YouTube The White House pada 28 Januari 2026 berjudul “President Trump Visits the Machine Shed Restaurant”. Dalam agenda tersebut, Trump hanya melakukan kunjungan sebelum menyampaikan pidato di Horizon Events Center di Clive.
Tidak ada pembahasan mengenai Indonesia ataupun kebijakan sertifikasi halal dalam video tersebut.
Selain itu, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Haikal Hassan turut memberikan klarifikasi.
Ia memastikan informasi yang menyebut Presiden Amerika Serikat meminta pencabutan sertifikasi halal tidak benar.
“Saya katakan itu hoaks, karena konferensi pers yang dilakukan USTR dan USDA menyatakan mereka menyetujui dan mengikuti peraturan yang dikeluarkan BPJPH resmi,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Belgia Bantai Amerika Serikat 4-1, 'Bantuan' FIFA dan Donald Trump Tak Berpengaruh
-
Siapa Folarin Balogun? Dikartu Merah Tapi Tetap Bisa Main Lawan Belgia
-
Skandal Memalukan Piala Dunia 2026! Lobi Donald Trump Bikin FIFA Kehilangan Wibawa
-
RI Absen di Pemakaman Ali Khamenei, Politik Luar Negeri Dikritik: Indonesia Penakut
-
Folarin Balogun Lolos dari Skorsing, Gedung Putih Disebut Intervensi FIFA
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 3 Pimpinan BGN Dilaporkan ke Ombudsman, Diduga Rangkap Jabatan di BUMN
- Kacamata Cat Eye Cocok untuk Bentuk Wajah Apa? Ini 3 Pilihan dengan Harga Ramah di Kantong
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
Pilihan
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
Terkini
-
Tidur Teratur Ternyata Bisa Membantu BAB Lancar Pagi Hari
-
Dedikasi Mantri BRI Layani Wilayah Kepulauan, Wujud Nyata Komitmen untuk Negeri
-
Pemuda di Batam Alami Insiden Tak Terduga, Jari Tersangkut di Shock Motor Saat Iseng
-
Gen Diabetes Bukan Vonis, Gaya Hidup Sehat Jadi Kunci
-
Padang Pariaman Bebaskan Denda Tunggakan PBB-P2, Warga Bisa Bayar Pajak hingga 10 Agustus