- Badan Geologi temukan lapisan tanah diduga sisa letusan.
- Sampel berada dua puluh meter dari titik sinkhole.
- Hasil laboratorium ditargetkan keluar satu hingga tiga bulan.
SuaraSumbar.id - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menemukan dugaan material vulkanik di kawasan sinkhole yang berada di Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat (Sumbar).
Temuan dugaan material vulkanik ini muncul saat tim melakukan penelitian lapangan untuk mengungkap karakteristik tanah di sekitar lokasi amblesan.
Keberadaan dugaan material vulkanik tersebut ditemukan tidak jauh dari titik utama sinkhole. Tim peneliti yang bekerja di bawah Badan Geologi melihat adanya lapisan berbeda ketika proses penggalian sampel tanah dilakukan. Struktur tanah yang muncul dinilai memiliki ciri yang perlu diteliti lebih jauh melalui pengujian ilmiah.
"Tim Badan Geologi menemukan dugaan material vulkanik yang memiliki lapisan tersendiri," kata ahli geologi teknik Badan Geologi Kementerian ESDM Taufiq Wira Buana, Selasa (10/2/2026).
Menurut dia, temuan dugaan material vulkanik itu berada sekitar 20 meter dari lokasi sinkhole. Material tersebut diketahui saat para peneliti menggali lubang untuk mengambil contoh tanah yang kemudian akan diuji sifat keteknikannya di laboratorium.
"Jadi ini memperkuat dugaan awal kami bahwa kawasan ini endapan gunung api atau tanah di sini memang hasil dari gunung api," katanya.
Meski demikian, kepastian mengenai asal-usul material itu masih menunggu hasil penelitian lanjutan. Badan Geologi akan membawa sampel tersebut ke laboratorium guna mengetahui kandungan mineral yang terdapat di dalamnya, termasuk melihat kemungkinan keterkaitannya dengan proses erosi internal yang memicu terbentuknya sinkhole.
Langkah pengujian tersebut menjadi penting untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kondisi geologi di kawasan Nagari Situjuah Batua. Data laboratorium nantinya akan menjadi dasar dalam menarik kesimpulan ilmiah.
Badan Geologi juga belum dapat memastikan apakah material yang ditemukan merupakan hasil aktivitas Gunung Marapi di Kabupaten Agam dan Tanah Datar, atau berasal dari Gunung Sago yang berada di perbatasan Kabupaten Limapuluh Kota dengan Tanah Datar.
Taufiq menyampaikan bahwa penelitian mengenai fenomena sinkhole ini memerlukan waktu. Ia memperkirakan proses analisis hingga keluarnya hasil membutuhkan rentang satu sampai tiga bulan mendatang.
Dengan penelitian tersebut, Badan Geologi berharap bisa memastikan lebih jauh karakter dugaan material vulkanik yang ditemukan di sekitar area sinkhole Limapuluh Kota. (Antara)
Berita Terkait
-
Bom Waktu di Bawah Aspal Jakarta: Mengapa Jalan Amblas Bisa Terjadi Lagi?
-
Badan Geologi Ingatkan Longsor Susulan Masih Mengintai Cisarua, Ini Pemicunya
-
Dianggap Air Ajaib, BRIN Bongkar Fakta Mengerikan Air Sinkhole: Penuh Bakteri dan Logam Berat
-
Tanah Tiba-tiba Ambles Jadi Lubang Raksasa? BRIN Ungkap Penyebab dan Daerah Rawan di Indonesia
-
Tanah Amblas Gerus Perkebunan Warga di Aceh Tengah
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ini Cara Mengetahui Rambut Rontok Membutuhkan Perawatan yang Lebih Sehat
-
BRI Bantu PMI Cirebon Bangun Usaha, Dari Purna Migran Jadi Pengusaha
-
5 Langkah Cegah Lonjakan Gula Darah di Pagi Hari, Penderita Diabetes Simak
-
Waspada! Dehidrasi hingga Hipertensi Bisa Picu Gagal Ginjal
-
Penyaluran Bantuan Jaminan Hidup Mencapai Rp11,06 Miliar