- Sumbar jadi target peredaran narkoba, polisi nyatakan status lampu merah.
- Polda Sumbar ungkap puluhan kasus, butuh dukungan bersama perangi narkoba.
- Keluarga diminta perkuat agama, cegah generasi terjerumus narkoba sejak dini.
SuaraSumbar.id - Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat (Sumbar), Solihin, mengungkapkan bahwa Sumbar bukan lagi daerah transit narkoba, namun jadi wilayah target peredaran.
Solihin menegaskan bahwa bahaya narkoba tidak bisa dianggap biasa. Ancaman barang haram ini nyata, dan perlu komitmen bersama dalam memerangi.
"Tidak terbayangkan kita tidak menjaga warga kita akan ancaman narkoba. Ini tentunya tidak bisa kita anggap biasa. Ini tanda lampu merah," ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (10/2/2026).
Dalam kurun waktu periode satu bulan, Januari-Februari, jajaran Polda Sumbar telah mengungkap 35 kasus dengan 34 orang tersangka. Mereka terlibat peredaran narkotika jenis ganja, sabu-sabu hingga ekstasi.
Menurut Solihin, pengungkapan ini jadi langkah komitmen kepolisian dalam menekan peredaran narkoba. Bahkan dalam situasi darurat benacana, langkah tegas tetap dilakukan.
"Ini bentuk komitmen kami, tiada hari tanpa pengungkapan kasus narkoba. Beberapa bulan lalu, dalam situasi bencana, mereka penyalahgunaan narkoba tetap mencari celah," tuturnya.
"Tapi kami tetap melakukan pengungkapan serta pencegahan," sambung Jenderal bintang satu tersebut.
Solohin menambahkan, perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh kepolisian. Pentingnya peran seluruh pihak, demi menjaga generasi penerus.
"Kami mohon bantuan semua elemen. Sama-sama kita menjaga wilayah kita ini. Inilah bentuk pemerintah, bentuk negara hadir mencegah yang merusak masyarakat," imbuhnya.
Solihin berharap agar masyarakat dapat membentengi keluarga dengan nilai agama. Hal ini menjadi kunci agar keluarga tidak terjerumus dalam narkoba.
"Kalau keluarga kita sudah kuat, mereka (pengedar narkoba) tidak bisa ngapain-ngalain. Nilai agama harus dikuatkan dengan kembali ke surau (masjid)," ucapnya.
Ia memastikan kepolisian bersama seluruh stakeholder terkait akan terus bekerja dalam melakukan penindakan.
"Untuk menjaga keamanan dam warga kita akan bahaya narkoba tersebut," tegasnya.
Gagalkan 7,91 kg Sabu di BIM
Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi mengatakan, pengungkapan kasus terbaru dilakukan di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM).
Berita Terkait
-
Banjir Bandang Terjang Solok, 200 KK Terdampak dan 2 Warga Hilang
-
Wamen Ekraf Dorong Pemulihan Ekonomi Kreatif Pascabencana di Sumbar
-
Mangkrak 10 Tahun, Stadion Utama Sumbar Kini Kembali Bergeliat
-
2 Tahun Jadi Buron, Pengendali Narkoba Lintas Negara Ditangkap
-
Sumbar Dikepung Asap Karhutla dari Jambi dan Riau! Warga Diimbau Pakai Masker Demi Kesehatan
Terpopuler
- Urutan Elemen Shio Paling Terkuat dan Paling Dominan dalam Feng Shui, Kenali 5 Unsurnya
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
Pilihan
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
Terkini
-
Mau Tukar Valas Sebelum ke Luar Negeri? Cek Lokasi BRI Money Changer Terdekat
-
Penertiban Warung Diduga Jual Minol di Padang, Dua Anggota Satpol PP Terluka
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi