Riki Chandra
Selasa, 10 Februari 2026 | 17:38 WIB
Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Solihin memimpin konferensi pers pengungkapan kasus narkoba. [Suara.com/Saptra S]
Baca 10 detik
  • Sumbar jadi target peredaran narkoba, polisi nyatakan status lampu merah.
  • Polda Sumbar ungkap puluhan kasus, butuh dukungan bersama perangi narkoba.
  • Keluarga diminta perkuat agama, cegah generasi terjerumus narkoba sejak dini.

 

 

SuaraSumbar.id - Wakil Kepala Polisi Daerah (Wakapolda) Sumatera Barat (Sumbar), Solihin, mengungkapkan bahwa Sumbar bukan lagi daerah transit narkoba, namun jadi wilayah target peredaran.

Solihin menegaskan bahwa bahaya narkoba tidak bisa dianggap biasa. Ancaman barang haram ini nyata, dan perlu komitmen bersama dalam memerangi.

"Tidak terbayangkan kita tidak menjaga warga kita akan ancaman narkoba. Ini tentunya tidak bisa kita anggap biasa. Ini tanda lampu merah," ujarnya saat konferensi pers di Mapolda Sumbar, Selasa (10/2/2026).

Dalam kurun waktu periode satu bulan, Januari-Februari, jajaran Polda Sumbar telah mengungkap 35 kasus dengan 34 orang tersangka. Mereka terlibat peredaran narkotika jenis ganja, sabu-sabu hingga ekstasi.

Menurut Solihin, pengungkapan ini jadi langkah komitmen kepolisian dalam menekan peredaran narkoba. Bahkan dalam situasi darurat benacana, langkah tegas tetap dilakukan.

"Ini bentuk komitmen kami, tiada hari tanpa pengungkapan kasus narkoba. Beberapa bulan lalu, dalam situasi bencana, mereka penyalahgunaan narkoba tetap mencari celah," tuturnya.

"Tapi kami tetap melakukan pengungkapan serta pencegahan," sambung Jenderal bintang satu tersebut.

Solohin menambahkan, perang terhadap narkoba tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh kepolisian. Pentingnya peran seluruh pihak, demi menjaga generasi penerus.

"Kami mohon bantuan semua elemen. Sama-sama kita menjaga wilayah kita ini. Inilah bentuk pemerintah, bentuk negara hadir mencegah yang merusak masyarakat," imbuhnya.

Solihin berharap agar masyarakat dapat membentengi keluarga dengan nilai agama. Hal ini menjadi kunci agar keluarga tidak terjerumus dalam narkoba.

"Kalau keluarga kita sudah kuat, mereka (pengedar narkoba) tidak bisa ngapain-ngalain. Nilai agama harus dikuatkan dengan kembali ke surau (masjid)," ucapnya.

Ia memastikan kepolisian bersama seluruh stakeholder terkait akan terus bekerja dalam melakukan penindakan.

"Untuk menjaga keamanan dam warga kita akan bahaya narkoba tersebut," tegasnya.

Gagalkan 7,91 kg Sabu di BIM

Sementara itu, Direktur Reserse Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Wedy Mahadi mengatakan, pengungkapan kasus terbaru dilakukan di Bandar Udara Internasional Minangkabau (BIM).

Load More