Riki Chandra
Jum'at, 23 Januari 2026 | 21:02 WIB
Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, yang dibangun Danantara. [Dok. Suara.com/ Saptra S]
Baca 10 detik
  •  Danantara cepat bangun Huntara layak untuk pemulihan korban bencana Sumatera.

  • Komisi VI DPR apresiasi Huntara Danantara jadi percontohan berkualitas pascabencana.

  • Pembangunan Huntara kolaborasi BUMN pemerintah daerah dukung pemulihan sosial ekonomi.

SuaraSumbar.id - Danantara Indonesia meninjau langsung pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar), bersama Komisi VI DPR RI dalam kunjungan kerja, Kamis (22/1/2026).

Pembangunan Rumah Hunian Danantara di Batang Anai merupakan bagian dari rangkaian program pemulihan pascabencana yang dijalankan Danantara Indonesia di berbagai daerah.

Di Sumbar, Batang Anai menjadi salah satu dari empat titik lokasi pembangunan hunian sementara yang direalisasikan secara bertahap, menyesuaikan kondisi lapangan serta kebutuhan warga terdampak.

Managing Director Stakeholders Management Danantara Indonesia, Rohan Hafas, menyebut kunjungan Komisi VI DPR RI menjadi momentum penting untuk memastikan penanganan darurat, pemulihan, hingga rehabilitasi berjalan sesuai prioritas.

Kehadiran DPR RI juga menjadi penguatan pengawasan terhadap pembangunan Rumah Hunian Danantara agar tepat sasaran.

"Atas nama Danantara Indonesia kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kunjungan ini untuk melihat langsung kondisi masyarakat yang akan menghuni hunian Danantara pascabencana. Kunjungan ini menjadi momentum untuk memastikan bahwa penanganan darurat, pemulihan, dan rehabilitasi berjalan dengan baik dan menjadi prioritas sebagaimana diamanatkan Presiden," ujar Rohan di Batang Anai, Jumat (23/1/2026).

Rohan menjelaskan, konsep Rumah Hunian Danantara dirancang sebagai hunian layak meski bersifat sementara. Tujuannya agar masyarakat terdampak bencana dapat segera memiliki ruang tinggal yang aman, sehat, dan bermartabat sembari menunggu pembangunan hunian tetap.

Secara nasional, pembangunan Rumah Hunian Danantara di berbagai wilayah terdampak bencana telah mencapai 1.275 unit. Realisasi terbanyak berada di Aceh, khususnya Aceh Tamiang, dengan ratusan unit dibangun dalam satu kawasan terpadu.

Selain itu, pembangunan juga berlangsung di delapan daerah lain di Sumatera sebagai bagian dari pemulihan wilayah rawan bencana.

"Di Sumbar, kami juga menerima permintaan tambahan. Ini akan kami wrap up untuk membantu masyarakat di beberapa kabupaten, sekaligus kami bahas ke depan untuk hunian tetapnya," tambah Rohan.

Pembangunan Huntara di Batang Anai dilaksanakan oleh PT Nindya Karya (Persero) sebagai kontraktor sekaligus koordinator pelaksana, dengan dukungan sejumlah BUMN. Kolaborasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat setempat menjadi faktor penting agar pembangunan berjalan efektif dan tepat waktu.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengapresiasi langkah cepat Danantara Indonesia dalam merespons kebutuhan masyarakat terdampak bencana.

"Kami mengapresiasi Danantara Indonesia yang bergerak sangat cepat. Hanya dalam hitungan hari, pembangunan hunian sudah berjalan. Huntara Danantara ini bisa menjadi percontohan karena kualitasnya paling layak," ujar Andre.

Menurut Andre, keberadaan Rumah Hunian Danantara yang layak sangat krusial pada fase awal pemulihan. Hunian sementara menjadi fondasi bagi warga untuk kembali menata kehidupan sosial dan ekonomi pascabencana.

Ke depan, pembangunan Rumah Hunian Danantara di Batang Anai diharapkan segera ditempati warga dan menjadi bagian dari upaya jangka menengah Danantara Indonesia dalam mendukung pemulihan sosial serta ekonomi masyarakat terdampak bencana di Sumatera.

Load More