-
Tulang diduga manusia ditemukan di lokasi banjir bandang Salareh Aia.
-
Brimob Polda Sumbar mengevakuasi tulang ke RSUD Lubuk Basung.
-
Identifikasi tulang dilakukan untuk memastikan korban bencana sebelumnya.
SuaraSumbar.id - Penemuan tulang manusia kembali mengungkap dampak panjang tragedi banjir bandang yang melanda wilayah Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Tiga tulang yang diduga berasal dari manusia ditemukan di lokasi terdampak bencana di Simpang Dingin, Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.
Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Safriadi mengatakan, temuan tulang manusia tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian bersama personel Sat Brimob Polda Sumbar yang masih berada di wilayah tersebut pascabencana. Proses evakuasi dilakukan tak lama setelah laporan diterima dari warga sekitar.
“Evakuasi tiga tulang diduga manusia itu dilakukan anggota Brimob Polda Sumbar yang masih berada di Palembang semenjak bencana banjir bandang melanda daerah itu akhir November 2025,” katanya, Sabtu (17/1/2026).
Menurut Alwizi, setelah dievakuasi dari lokasi banjir bandang Salareh Aia, ketiga tulang tersebut langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk menjalani proses identifikasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah temuan tersebut benar merupakan tulang manusia atau bukan.
Ia menjelaskan, pemeriksaan medis diperlukan agar kepastian asal-usul tulang dapat diketahui secara ilmiah.
“Tulang langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk identifikasi dan saat ini hasil belum keluar,” katanya.
Penemuan tulang manusia ini bermula saat warga sekitar menemukan tulang-tulang mencurigakan di area terdampak banjir pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian setempat.
Mendapatkan laporan itu, aparat Polsek Palembayan segera menuju lokasi bersama Wakapolsek Palembayan Iptu Deddi Efendi serta anggota Brimob Polda Sumbar. Lokasi penemuan diketahui merupakan salah satu titik yang terdampak cukup parah saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut beberapa waktu lalu.
Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang Salareh Aia sebelumnya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Tercatat sebanyak 136 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Selain itu, masih terdapat puluhan warga yang dilaporkan hilang, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.
Tidak hanya menelan korban manusia, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan lingkungan. Rumah warga, lahan pertanian, jembatan, serta akses jalan mengalami kerusakan berat. Hingga kini, upaya penanganan dampak bencana dan pencarian sisa korban masih terus dilakukan, seiring ditemukannya tulang manusia di lokasi terdampak. (Antara)
Berita Terkait
-
Aksi Foto Arteria Dahlan di Tikungan Sintinjau Lauik Disorot, Polda Sumbar: Antrean Hanya 1 Menit
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Demi Beraktivitas, Warga Bireuen Aceh Bertaruh Nyawa Naik Kereta Gantung
-
Jelang Lebaran, Korban Banjir Aceh Tamiang Dibayangi ISPA hingga Diare: Imunitas Harus Diperhatikan
-
SIG Pasok 36 Ribu Bata Interlock Untuk Percepat Huntap Sumbar
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
Terkini
-
Bea Cukai Sita 24 Botol Arak Bali Tanpa Pita Cukai di Aceh Besar
-
Remaja Putri Belum Haid Sampai Usia 14 Tahun, Normal atau Berbahaya? Ini Penjelasan Dokter
-
Haji Tanpa Kulit Terbakar, Sunscreen SPF 5080 Bantu Jemaah Atasi Paparan Sinar Matahari
-
Gantikan Orang Tua yang Wafat, Latifa Jadi Calon Haji Termuda dari Padang
-
Tak Perlu Khawatir! Stok Beras Aceh Aman hingga 2027