Riki Chandra
Sabtu, 17 Januari 2026 | 19:15 WIB
Lokasi tempat tulang manusia ditemukan di Simpang Dingin, Jorong Subarang Aia, Nagari atau Desa Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Tulang diduga manusia ditemukan di lokasi banjir bandang Salareh Aia.

  • Brimob Polda Sumbar mengevakuasi tulang ke RSUD Lubuk Basung.

  • Identifikasi tulang dilakukan untuk memastikan korban bencana sebelumnya.

SuaraSumbar.id - Penemuan tulang manusia kembali mengungkap dampak panjang tragedi banjir bandang yang melanda wilayah Salareh Aia, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).

Tiga tulang yang diduga berasal dari manusia ditemukan di lokasi terdampak bencana di Simpang Dingin, Jorong Subarang Aia, Nagari Salareh Aia Timur, Kecamatan Palembayan.

Kapolsek Palembayan, AKP Alwizi Safriadi mengatakan, temuan tulang manusia tersebut langsung ditindaklanjuti oleh aparat kepolisian bersama personel Sat Brimob Polda Sumbar yang masih berada di wilayah tersebut pascabencana. Proses evakuasi dilakukan tak lama setelah laporan diterima dari warga sekitar.

“Evakuasi tiga tulang diduga manusia itu dilakukan anggota Brimob Polda Sumbar yang masih berada di Palembang semenjak bencana banjir bandang melanda daerah itu akhir November 2025,” katanya, Sabtu (17/1/2026).

Menurut Alwizi, setelah dievakuasi dari lokasi banjir bandang Salareh Aia, ketiga tulang tersebut langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk menjalani proses identifikasi. Langkah ini dilakukan guna memastikan apakah temuan tersebut benar merupakan tulang manusia atau bukan.

Ia menjelaskan, pemeriksaan medis diperlukan agar kepastian asal-usul tulang dapat diketahui secara ilmiah.

“Tulang langsung dibawa ke RSUD Lubuk Basung untuk identifikasi dan saat ini hasil belum keluar,” katanya.

Penemuan tulang manusia ini bermula saat warga sekitar menemukan tulang-tulang mencurigakan di area terdampak banjir pada Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian setempat.

Mendapatkan laporan itu, aparat Polsek Palembayan segera menuju lokasi bersama Wakapolsek Palembayan Iptu Deddi Efendi serta anggota Brimob Polda Sumbar. Lokasi penemuan diketahui merupakan salah satu titik yang terdampak cukup parah saat banjir bandang menerjang kawasan tersebut beberapa waktu lalu.

Sebagaimana diketahui, bencana banjir bandang Salareh Aia sebelumnya menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Tercatat sebanyak 136 orang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut. Selain itu, masih terdapat puluhan warga yang dilaporkan hilang, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka.

Tidak hanya menelan korban manusia, banjir bandang juga menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan lingkungan. Rumah warga, lahan pertanian, jembatan, serta akses jalan mengalami kerusakan berat. Hingga kini, upaya penanganan dampak bencana dan pencarian sisa korban masih terus dilakukan, seiring ditemukannya tulang manusia di lokasi terdampak. (Antara)

Load More