-
BMKG pastikan cahaya langit Padang bukan aurora, melainkan polusi cahaya.
-
Pantulan lampu kota ke awan rendah menyebabkan cahaya tampak berpendar.
-
Letak Padang dekat khatulistiwa membuat kemunculan aurora asli hampir mustahil.
SuaraSumbar.id - Fenomena cahaya di langit Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), yang disebut-sebut menyerupai fenomena aurora, jadi perbincangan netizen. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (14/1/2026) malam.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Minangkabau, Decky Irmawan, angkat suara terkait kejadian ini. Ia memastikan cahaya yang muncul di langit Kota Padang tersebut bukan sebuah fenomena aurora.
Menurut Decky, ada beberapa kemungkinan penjelasan ilmiah yang paling logis di antaranya refleksi lampu kota pada awan atau light pillars/light pollution, polusi cahaya.
"Penyebab paling umum untuk fenomena seperti ini adalah pantulan cahaya dari sumber di darat," ujar Decky, Kamis (15/1/2026).
Ia mengungkap pantulan cahaya itu bisa bersumber seperti dari lampu stadion, lampu sorot proyek, atau lampu jalan yang sangat terang. Pantulan cahaya itu kemudian ke lapisan awan rendah yang mengandung kristal es atau butiran air yang padat.
"Mengapa terlihat seperti aurora? Jika awan tersebut bergerak atau memiliki ketebalan yang berbeda-beda, pantulan cahaya akan tampak berpendar, bergoyang, atau memiliki gradasi warna yang menyerupai aurora," jelasnya.
Decky menambahkan, pada malam kejadian terpantau dari citra radar cuaca kondisi Kota Padang cerah berawan dan terdapat awan rendah yang merupakan kondisi ideal bagi terciptanya polusi cahaya.
"Kota Padang seringkali memiliki kelembapan tinggi. Jika terdapat awan altocumulus atau stratus yang tipis namun luas, cahaya dari bawah akan terpantul dengan sangat jelas," ungkapnya.
"Mengingat Padang berada di dekat garis khatulistiwa, sangat kecil kemungkinan itu adalah aurora asli (aurora borealis/australis). Karena aurora hanya terjadi di wilayah kutub bumi," sambung Decky.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Dari Salawat Dedaunan sampai Kunang-Kunang di Langit Jakarta: Kumcer Pilihan Kompas yang Sarat Makna
-
Usai Minta Maaf, Om Zein Diminta Komnas Perempuan Perbaiki Cara Pandang soal Perempuan
-
Komnas Perempuan Nilai Lirik Lagu Om Zein Seksis, Disebut Merendahkan Martabat Perempuan
-
Lagu 'Lalaki Langit' Bupati Purwakarta, Potret Seksisme yang Dinormalisasi
-
Bupati Purwakarta Minta Maaf Soal Lagu 'Lalaki Langit', Bantah Rendahkan Wanita
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Demokrat Sumbar Pasang Target Rebut Kembali Kursi DPR RI yang Hilang
-
Polwan di Sumbar Diduga Dilecehkan Perwira Berpangkat AKBP
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Bus Alisman Kecelakaan di Padang, 8 Orang Terluka