Riki Chandra
Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:15 WIB
Pemakaman massal korban bencana di Kabupaten Agam. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Dua kali pemakaman massal korban bencana hidrometeorologi Agam digelar pemerintah.

  • Total 26 korban dimakamkan di TPU Sungai Jariang.

  • Sebagian jenazah korban asal Agam dimakamkan di Kota Padang.

     

SuaraSumbar.id - Sebanyak 26 korban bencana hidrometeorologi dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sungai Jariang, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar). Proses pemakaman dilakukan secara massal dan mandiri oleh pemerintah daerah bersama keluarga korban.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Agam, Villa Erdi, mengungkapkan dari total 26 korban bencana hidrometeorologi Agam, sebanyak 16 jenazah dimakamkan secara massal. Sementara itu, 10 jasad lainnya dimakamkan secara mandiri oleh keluarga korban di lokasi yang sama.

“16 jenazah korban dimakamkan secara massal dan 10 jasad korban dimakamkan secara mandiri,” kata Villa Erdi, Sabtu (10/1/2026).

Pemakaman massal korban bencana hidrometeorologi Agam dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 11 Desember 2025 dengan jumlah 10 jenazah. Selanjutnya, pemakaman massal kedua dilakukan pada 7 Januari 2026 untuk enam jenazah lainnya.

“Untuk 10 korban lainnya pemakaman secara bertahap, ada satu dan dua korban dimakamkan,” katanya.

Villa Erdi menjelaskan, dari 26 jenazah korban bencana hidrometeorologi Agam yang dimakamkan di TPU Sungai Jariang, sebanyak 21 jasad ditemukan dalam kondisi utuh. Sementara lima lainnya berupa body part atau bagian tubuh yang berhasil dievakuasi oleh tim pencarian dan penyelamatan.

Selain di Agam, pemakaman massal juga dilakukan di Kota Padang. Tercatat sebanyak 17 jenazah korban asal Agam dimakamkan secara massal di tempat pemakaman umum Kota Padang. Sebagian dari jenazah tersebut telah berhasil diidentifikasi oleh pihak berwenang.

“Jenazah yang telah dimakamkan, sudah ada sebagian yang teridentifikasi,” katanya.

TPU Sungai Jariang sendiri merupakan pemakaman umum milik Pemerintah Kabupaten Agam dengan luas sekitar 1,5 hektare. Lokasinya berada sekitar lima hingga delapan kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten.

Pemakaman ini telah dibuka sejak beberapa tahun lalu dan sebelumnya juga digunakan untuk pemakaman korban COVID-19 saat pandemi melanda daerah tersebut. Hingga kini, sudah terdapat puluhan makam di lokasi tersebut, termasuk korban bencana hidrometeorologi Agam yang terbaru dimakamkan. (Antara)

Load More