-
Laporan harimau Sumatera muncul di permukiman warga Agam awal 2026.
-
BKSDA Sumbar pasang kamera trap dan drone pantau harimau.
-
Warga jual ternak karena khawatir serangan harimau berulang.
SuaraSumbar.id - Awal tahun 2026 diwarnai laporan kemunculan Harimau Sumatera di permukiman warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA Sumbar) menerima laporan adanya interaksi negatif satwa liar yang diduga harimau Sumatera memangsa ternak milik warga di Lubuk Anau, Jorong Batu Gadang, Nagari Koto Rantang, Kecamatan Palupuh.
Laporan kemunculan harimau Sumatera tersebut diterima Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar pada Kamis (1/1/2026). Informasi awal menyebutkan seekor kambing milik warga diduga menjadi mangsa satwa dilindungi itu.
Kejadian ini menandai laporan pertama konflik satwa liar dengan manusia yang diterima BKSDA Sumbar sepanjang awal 2026.
Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra, menyebutkan pihaknya langsung menurunkan petugas ke lokasi setelah menerima laporan kemunculan harimau Sumatera tersebut.
“Petugas Resor Konservasi Wilayah II Maninjau ke lokasi pada Jumat (2/1/2026) siang,” katanya, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, setibanya di lokasi tim melakukan verifikasi lapangan dengan mengumpulkan keterangan dari pemilik ternak serta menelusuri jejak keberadaan harimau. Petugas mencari tanda-tanda seperti cakaran, kotoran, dan jejak kaki yang diduga milik harimau Sumatera.
Selain itu, BKSDA Sumbar memasang kamera trap atau kamera jebak di sekitar lokasi untuk mendapatkan visual satwa dilindungi tersebut. Upaya pemantauan juga diperkuat dengan penggunaan drone thermal guna memantau pergerakan harimau di kawasan sekitar permukiman warga.
“Apabila terpantau kamera trap dan drone maka bakal dilakukan penghalauan atau opsi terakhir tidak menutup kemungkinan dievakuasi,” katanya.
Patroli rutin pun dilakukan oleh tim BKSDA pada pagi, sore, hingga malam hari untuk memastikan keamanan warga sekaligus memantau pergerakan satwa.
Ade Putra menambahkan, meski ini merupakan laporan pertama di awal 2026, konflik serupa sebelumnya juga pernah terjadi di wilayah yang sama. BKSDA Sumbar telah melakukan penanganan konflik harimau di Koto Rantang, Kecamatan Palupuh, sejak Oktober hingga November 2025.
Saat itu, harimau memangsa ternak warga seperti anjing, angsa, ayam, dan lainnya, bahkan sempat masuk ke pekarangan perkantoran Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Koto Tabang.
“Satu ekor anak harimau terkena jerat babi yang dipasang warga di lahan mereka yang bertempat di depan kantor BRIN pada Sabtu (22/11),” katanya.
Sementara itu, pemilik ternak, Zainal Arifin, mengungkapkan satu ekor kambing miliknya diketahui dimangsa harimau pada Kamis (1/1) pagi. Ia mengatakan istrinya, Endang Susila Wati, mendapati kandang kambing di belakang rumah dalam kondisi rusak.
“Kandang kambing jebol dan sekitar kandang banyak ditemui jejak harimau,” katanya.
Berita Terkait
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
-
Polisi Gulung Jaringan Penjual Kulit Harimau Sumatera, Pelaku Utama Dibekuk di Nagan Raya
Terpopuler
- 5 Sampo Penghitam Rambut di Indomaret, Hempas Uban Cocok untuk Lansia
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- 5 Mobil Kecil Bekas di Bawah 60 Juta, Pilihan Terbaik per Januari 2026
- 5 Mobil Bekas Rekomendasi di Bawah 100 Juta: Multiguna dan Irit Bensin, Cocok Buat Anak Muda
- 5 Mobil Suzuki dengan Pajak Paling Ringan, Aman buat Kantong Pekerja
Pilihan
-
Emiten Ini Masuk Sektor Tambang, Caplok Aset Mongolia Lewat Rights Issue
-
Purbaya Merasa "Tertampar" Usai Kena Sindir Prabowo
-
Darurat Judi Online! OJK Blokir 31.382 Rekening Bank, Angka Terus Meroket di Awal 2026
-
Sita Si Buruh Belia: Upah Minim dan Harapan yang Dijahit Perlahan
-
Investor Besar Tak Ada Jaminan, Pinjol Milik Grup Astra Resmi Gulung Tikar
Terkini
-
Kak Seto Usul Penampungan Anak Yatim Piatu Korban Banjir Bandang di Sumbar, Termasuk Aceh dan Sumut
-
24 Konflik Satwa dengan Manusia di Agam Sepanjang 2025, Kasus Harimau Sumatera hingga Beruang
-
BBM Alat Berat Langka Pasca Tanggap Darurat, Pembersihan Material Bencana di Agam Terkendala!
-
Kak Seto Sambangi Anak Penyintas Banjir di Sumbar: Mereka Perlu Perlakuan Khusus!
-
Akses Talamau Pasaman Barat Terancam Putus, Jembatan Panjang-Talu Perlu Jalan Alternatif!