-
Empat korban banjir bandang Palembayan masih dirawat RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam.
-
Banyak pasien datang dengan luka infeksi akibat terlambat ditangani.
-
Muslim terseret arus 200 meter hingga alami patah tulang.
SuaraSumbar.id - Empat orang korban banjir bandang di Kecamatan Palembayan masih dirawat di RSUD Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (12/12/2025).
Para korban yang sedang dirawat mengalami patah tulang, luka robek serius, dan sebagian di antaranya butuh perawatan medis intensif sejak pertama kali masuk rumah sakit.
Kepala Bidang Pelayanan RSUD Lubuk Basung, Syahroni mengatakan, empat korban banjir bandang Palembayan yang masih dirawat tersebut adalah Muslim, Aminah, Muhammad Rohib, dan Kelbi.
Mereka merupakan warga Salareh Aia yang tiba di rumah sakit dalam kondisi luka berat setelah terseret arus deras saat bencana terjadi.
"Muslim pasien rujukan dari rumah sakit di Pasaman Barat yang masuk empat hari lalu dan pasien usai kejadian dibawa pihak keluarga ke rumah sakit di Pasaman Barat," kata Syahroni.
Pasien atas nama Kelbi telah diizinkan pulang dan kini menjalani rawat jalan. Sementara tiga korban banjir bandang Palembayan lainnya dinyatakan menunjukkan perkembangan kondisi yang semakin baik dan diperkirakan segera beralih ke rawat jalan dalam waktu dekat.
"Dua pasien ini mengalami patah tulang pada bagian kaki dan satu pasien mengalami luka robek pada kepala," ujarnya.
Sejak bencana terjadi, RSUD Lubuk Basung telah menangani 76 pasien, termasuk 36 korban yang harus menjalani operasi akibat kondisi luka yang cukup parah.
Syahroni menjelaskan bahwa banyak korban tiba dengan luka yang sudah mengalami infeksi karena lebih dari dua hari tanpa tindakan medis awal.
"Pasien datang ke IGD RSUD Lubuk Basung dalam kondisi lukanya sudah inspeksi, karena mungkin kurang penanganan awal," katanya.
Dari 36 pasien yang menjalani operasi, empat orang dirujuk ke RSUP M Djamil Padang dan dua pasien lainnya meninggal dunia. Sementara 40 pasien lainnya mendapat perawatan intensif di IGD dan langsung rawat jalan karena tidak membutuhkan rawat inap.
Salah satu pasien yang masih dirawat, Muslim, mengisahkan bahwa ia diseret arus hingga 200 meter saat banjir bandang Palembayan terjadi.
"Kaki saya mengalami patah tulang dan luka terkelupas sehingga nampak tulangnya," ujarnya.
Muslim juga mengatakan bahwa keluarganya selamat, namun beberapa anggota keluarga lain meninggal dunia. Rumah dan lahan pertaniannya habis tersapu bencana.
"Rumah saya habis semuanya dan berharap pemerintah memperhatikan lebih kepada korban bencana ini," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang
-
PBHI Serahkan Data Baru ke Ombudsman, Soroti Dokumen Kebencanaan Izin Tambang Andesit Kasang
-
Psikolog Ungkap Pencegahan Bullying Tak Cukup dengan Hukuman, Berkaca dari Kasus MAN 3 Padang
-
Siswa MAN 3 Padang Belajar Rakit Bom dari Internet
-
Fakta Siswa Pembawa Bom Rakitan di MAN 3 Padang, Dikenal Pendiam dan Sering Absen