-
Banjir bandang Sumatera Barat menewaskan 85 warga di lima kecamatan.
-
Puluhan korban belum ditemukan, pencarian korban dilanjutkan tim gabungan.
-
Palembayan mencatat sebaran korban terbanyak dalam rangkaian bencana alam.
SuaraSumbar.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), melaporkan jumlah korban meninggal akibat banjir bandang kembali bertambah. Hingga Sabtu (29/11/2025) pukul 20.00 WIB, total korban jiwa mencapai 85 orang yang tersebar di lima kecamatan.
Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmat Lasmono, mengatakan sebagian besar korban berasal dari wilayah yang terdampak langsung banjir bandang Sumatera Barat, terutama Kecamatan Palembayan yang mengalami kerusakan terluas.
“Ini data pada Sabtu (29/11) pada pukul 20.00 WIB,” ujarnya.
Pada kawasan Malalak, tepatnya Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, banjir bandang Sumatera Barat menelan 10 korban atas nama Azmal, Kasmawati, Herman, Yusmaniar, Azir, Marnis, Gina, Dina, Aldo dan Ernawati.
Sementara di Kecamatan Tanjung Raya, musibah tanah longsor di Ariki, Nagari Dalko, menyebabkan empat korban meninggal, dua di antaranya belum teridentifikasi.
Di Kecamatan Matur, satu korban atas nama Rajibah ditemukan meninggal akibat longsor di Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudiak. Menyusul di Kecamatan Palupuh, satu korban atas nama Muhammad Daud juga ditemukan tak bernyawa.
Palembayan menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak dalam rangkaian bencana alam ini. Sebanyak 55 korban terdata meninggal di beberapa jorong. Di Koto Alam terdapat 22 orang, sementara di Jorong Sumbarang 17 orang.
Tujuh korban ditemukan di Kampuang Tangah, dan sembilan lainnya di Kampung Tangah Timur. Selain itu, 12 korban di Salareh Aia belum teridentifikasi.
Rahmat menambahkan, masih ada sekitar 78 orang yang belum ditemukan. Mereka tersebar di Jorong Toboh (5 orang), Kecamatan Tanjung Raya (4 orang), dan Salareh Aia di Kecamatan Palembayan (69 orang).
Upaya pencarian korban akan kembali dilanjutkan pada Minggu (30/11) pagi dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, hingga relawan masyarakat.
Selain pencarian, tim juga mendistribusikan makanan untuk warga yang terisolasi dampak banjir bandang Sumatera Barat serta tanah longsor yang memutus akses jalan dan permukiman. (Antara)
Berita Terkait
-
Krisis Empati Saat Bencana Alam dan Program MBG Terus Berjalan
-
Keluarga Korban Banjir Bandang Nepal Putus Asa, Sisir Rumah Sakit Cari Jenazah Kerabat Sendiri
-
Nepal Terancam Bencana Susulan Pasca Longsor Es dan Batu Himalaya
-
Posko Pengungsian dan Kesehatan Dibuka untuk Warga Terdampak Sinabung
-
Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Status Naik Jadi Siaga
Terpopuler
- Gus Kikin Pimpin PBNU, Antara Satire 'Salah Dalil' hingga Guyon 'PWNU Jatim Cabang Jakarta'
- 8 Sepatu Jalan untuk Komuter KRL dan MRT yang Empuk dan Awet
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 3 September 2026, Kesulitan Karier dan Keuangan Segera Berakhir
- Emil Audero Salah Pilih Klub? Pemerintah Serang Rayo Vallecano: Klub Gak Mampu
- Perbedaan Sunscreen Sejuta Umat Azarine vs Facetology, Bagus Mana?
Pilihan
-
Gunung Anak Krakatau Meletus Abu Membubung 15 Km, BMKG Jepang Pantau Ancaman Tsunami
-
Gempa M 5,3 Guncang Cilacap Siang Ini, Getaran Terasa hingga DIY dan Jabar
-
Api Masih Merah! 105 Personel Cari Korban Kebakaran Apartemen Pavilion Tanah Abang yang Terjebak
-
Kebakaran Melanda Apartemen Pavilion Tanah Abang, Petugas Sisir Penghuni Terjebak
-
Privilese TNI dari Suku Dayak Diduga Cara Rezim Amankan Ekspansi Bisnis Hutan
Terkini
-
Rayakan Hari Pelanggan Nasional 2026, BRI Siapkan Ragam Promo Menarik
-
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
-
Ekonomi Kerakyatan Terus Digerakkan, BRI Kantongi Laba Rp31,2 Triliun
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya